Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Perketat Lagi PPKM Ibu Kota
Waspada, Si Omicron Bakal Ngamuk Juli Ini
Rabu, 6 Juli 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
Safrizal memaparkan, studi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan puncak kasus Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 sekitar 30-50 persen lebih rendah dari kasus varian Omicron.
“Sehingga masyarakat tidak perlu panik, namun tanpa mengurangi kewaspadaan dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, khususnya memakai masker di ruangan yang tertutup (indoor),” imbaunya.
Safrizal mengajak masyarakat tetap optimistis dapat mengendalikan penularan Covid-19 dengan terus melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional.
Dengan status PPKM Level 2, paparnya, kunjungan ke tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng, akan dibatasi.
“Tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah pada masa penerapan PPKM Level 2 dengan kapasitas 75 persen,” katanya.
Baca juga : Waspada, Jakarta Bakal Masuki Puncak Covid-19
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta, masyarakat memperketat prokes untuk antisipasi penularan Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Menurut Riza, lonjakan kasus Omicron terjadi karena anak sekolah sedang libur panjang dan telah dibukanya tempat wisata.
“Yang ke tempat wisata bukan hanya masyarakat Jakarta saja, tetapi juga warga dari luar kota,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/7).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebut, per Senin (4/7) kasus aktif Covid-19 di Jakarta turun sebanyak 405.
“Jumlah kasus aktif kini sebanyak 8.673 (orang yang masih dirawat atau isolasi),” kata Dwi dalam keterangannya, kemarin.
Dwi mengimbau warga untuk memakai masker saat sedang beraktivitas di luar rumah, terutama di tempat publik.
Baca juga : Pemerintah Targetkan Peraturan Pelaksana UU TPKS Kelar Tahun Ini
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan genome sequencing, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah mendominasi.
“Bahkan, untuk di DKI Jakarta sudah 100 persen kasus Covid berasal dari varian BA.4 dan BA.5,” kata Budi Gunadi di Kantor Presiden, Senin (4/7).
Menurut dia, puncak varian BA.4 dan BA.5 umumnya terjadi dalam 30 sampai 40 hari sejak kasus ditemukan. Adapun varian BA.4 dan BA.5 pertama kali ditemukan di Indonesia 30 hari yang lalu.
“Kita mungkin masih ada waktu satu atau dua minggu ke depan. Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain, seharusnya puncaknya sudah tercapai,” jelasnya.
Budi mengakui, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak naik. Namun, trennya mulai melandai. Menurutnya, kasus Covid akan mulai menurun apabila sudah didominasi hampir 100 persen oleh satu varian seperti saat gelombang Covid-19 varian Delta dan Omicron.
Baca juga : Waspada Judi Online Berkedok Games
Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meramal puncak subvarian BA.4 dan BA.5 berlangsung lebih lama. Karena infeksi lebih dulu menyebar di kalangan orang yang memiliki imunitas sehingga kemungkinan gejalanya tidak muncul atau terbilang ringan.
“Penularan rawan terjadi pada populasi berisiko tinggi seperti lansia, memiliki komorbid, dan belum divaksin,” kata Dicky mewanti-wanti. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya