Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tsunami Selat Sunda, 29 Pegawai PLN Meninggal Dunia

Minggu, 23 Desember 2018 16:13 WIB
Suasana Employee Gathering PLN UIT JBB di Tanjung Lesung Beach Resort pada Sabtu (22/12) malam, yang turut dimeriahkan oleh Band Seventeen, sebelum tsunami Selat Sunda datang menyapu. (Foto: Istimewa)
Suasana Employee Gathering PLN UIT JBB di Tanjung Lesung Beach Resort pada Sabtu (22/12) malam, yang turut dimeriahkan oleh Band Seventeen, sebelum tsunami Selat Sunda datang menyapu. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duka menyelimuti keluarga besar PLN, khususnya PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB). 29 orang dipastikan meninggal dunia, 157 luka-luka, dan 13 orang belum dapat ditemukan akibat bencana tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) pukul 21.27 WIB. Demikian info terkini pukul 15.00 WIB, yang disampaikan Vice President Corporate Communications & CSR PLN, I Made Suprateka dalam keterangan tertulisnya.

Berita Terkait : BNPB: 168 Meninggal Dunia, 745 Luka-Luka

"Total peserta gathering berjumlah 199 orang. Mohon doanya, agar korban dapat ditemukan selamat. Saat ini, kami terus melakukan pendataan, pencarian, dan evakuasi korban," jelas I Made Suprateka.

Berita Terkait : Employee Gathering PLN UIT JBB Berujung Duka

Saat musibah terjadi pada Sabtu (22/12) pukul 21.27 WIB, PLN UIT JBB sedang mengadakan acara Employee Gathering hari kedua di Tanjung Lesung Beach Resort. Acara yang sedianya dijadwalkan hingga Minggu (23/12) itu turut dimeriahkan oleh penampilan Band Seventeen, yang beberapa personilnya juga turut menjadi korban.

Berita Terkait : BNPB : Korban Meninggal 43 Orang, 584 Orang Luka-luka

Dalam musibah tsunami ini, PLN turut menyumbang bantuan 36 ambulans. Terkait kondisi kelistrikan pasca bencana, PLN menyatakan ada 146 gardu nyala, 102 gardu padam, dan 41 tiang rusak. PLN juga membentuk 3 posko yang tersebar di UIT JBB Gandul, PLTU Labuan, dan UPT Cilegon. [HES]