Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dipelototin Heru
Progres Proyek MRT Rute Monas-Thamrin Capai 62%
Minggu, 22 Oktober 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Progres pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Fase 2A, khusus rute Monas Ke Thamrin sudah mencapai 62 persen. Terowongan bawah tanah dipastikan tahan guncangan hampir 8 skala richter.
Rabu (18/10) lalu, Rakyat Merdeka mengikuti Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau proyek MRT Fase 2A. Titik awal peninjauan dimulai dari Stasiun Monas yang masih dalam proses pengerjaan.
Baca juga : Dito Yakin Program Pesta Prestasi Kemenpora Lahirkan Talenta Unggul
Sebelum masuk ke area proyek, kami dipinjamkan APD (Alat Pelindung Diri) yang sudah disediakan oleh pihak MRT. APD yang dipinjamkan berupa helm, rompi dan sepatu boots. Pakaian ini menjadi syarat wajib untuk masuk ke area proyek.
Setelah semua rombongan media menggunakan APD, tim dari MRT melakukan briefing terkait keamanan ketika sedang melakukan peninjauan. Setelah briefing selesai, rombongan langsung menuju terowongan MRT Fase 2A.
Baca juga : Temui Menlu AS, Menko Luhut Cek Progres Proyek Kerja Sama Ratusan Triliun?
Kami menuruni tangga secara bergantian, hal tersebut dikarenakan tangga menuju terowongan MRT masih merupakan tangga sementara yang hanya memiliki kapasitas maksimal 8 orang.
Ketika memasuki terowongan MRT, pengerjaan pembangunan masih sedang dilakukan. Namun, bentuk dari stasiun sudah mulai terlihat. Yakni seperti susunan puzzle beton yang terlihat sangat kokoh. Struktur ini diklaim sangat tangguh, kuat menahan gempa.
Baca juga : Progres Pembangunan Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang Capai 80,28 Persen
Saat berada di dalam terowongan, udara terasa sangat pengap. Mungkin karenakan belum adan sirkulasi udara yang memadai. Sirkulasi udara di dalam terowongan hanya mengandalkan exhaust di tiap beberapa meter sepanjang terowongan. Dan udara masuk hanya ada di beberapa bagian saja.
Ketika kami sampai di titik akhir rute peninjauan. Kami berhenti sejenak untuk menunggu kehadiran Pj Gubernur Heru. Setelah PJ Heru hadir, beliau sedikit menceritakan kilas balik mengenai terbangunnya MRT.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya