Dark/Light Mode

Soal Teror Bom Bos KPK, Mantan Petinggi KPK Angkat Bicara

Rabu, 9 Januari 2019 18:29 WIB
Mantan Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji. (Foto: Istimewa)
Mantan Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal teror yang menimpa dua pimpinan komisi antirasuah, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif.

Eks Ketua KPK Abraham Samad menilai, teror di kediaman kedua petinggi KPK itu terjadi lantaran kasus teror kepada penyidik KPK, Novel Baswedan tak kunjung terungkap. “Dari dulu saya bilang, kalau kasus penyiraman Novel tidak diungkap, maka dampaknya akan menimpa pimpinan lain. Hari ini terbukti. Jadi, kalau kasus Novel nggak pernah terungkap, ya sudah,” kata Samad di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rabu (9/1).

Baca juga : Wadah Pegawai KPK Kutuk Aksi Teror Kepada Bosnya

Pelaku teror cenderung menganggap dirinya aman, karena tidak pernah dibawa ke pengadilan, diberi sanksi, dihukum, dan diungkap. “Makanya mereka berani lagi melakukan. Itu sebenarnya,” imbuhnya.

Sementara mantan Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji menyebut, teror terhadap pimpinan KPK tidak bisa dianggap sesuatu hal yang ringan. “Karena itu, sebaiknya Polri harus tetap melakukan pendalaman, menuntaskan pelaku teror untuk mengetahui apa motivasinya melakukan tindakan teror yang melawan hukum tersebut,” himbau Indriyanto.

Baca juga : Wiranto: Tangkap & Hukum Pelakunya!

Ia menambahkan, penuntasan pengungkapan pelaku teror ini perlu dilakukan, agar ada kepastian hukum terhadap subyek pelaku teror. “Terpenting, agar tidak selalu terulang perbuatan teror tersebut,” ujarnya.

Indriyanto juga mengatakan, karena perbuatan teror ini sudah diarahkan kepada pimpinan KPK, sebaiknya Presiden Jokowi memberikan atensi dan dukungan pengungkapan tuntasnya perbuatan teror itu.

Baca juga : Donggala Diguncang Gempa 4 SR

"Segala asumsi (motif pelaku teror) bisa saja terjadi, sehingga belum bisa dipastikan keterkaitannya dengan kasus korupsi atau kasus Novel. Karena itu, perlu pendalaman kepastian motivasi dan pelakunya secara akurat,” tutupnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.