Dark/Light Mode

Disdik DKI Sudah Teken MoU

Sekolah Swasta Gratis Mulai Dijalankan 2025

Selasa, 27 Agustus 2024 06:50 WIB
Ketua Komisi E periode 2019-2024, Iman Satria. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Ketua Komisi E periode 2019-2024, Iman Satria. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
Selain itu, harap Thamrin, program Sekolah Swasta Gratis bakal menghilangkan persoalan ijazah tertahan. Termasuk menyelesaikan masalah bantuan sosial KJP yang tidak tepat sasaran.

“Kami capek karena ada saja aduan soal ijazah tertahan, KJP nya yang bermasalah. Sehingga ini dari pimpinan dan semua anggota Komisi E membuat terobosan baru supaya warga Jakarta tenang,” tuturnya.

Anggota Komisi E Abdul Aziz, yang kembali terpilih menjadi anggota dewan 2024-2029 memastikan akan terus mengawal kesepakatan pimpinan dan anggota Komisi E periode 2019-2024. Terlebih, kebijakan tersebut benar-benar terealisasi pada Tahun Ajaran Baru 2025.

“Ini harus terus dilanjutkan oleh anggota dewan yang baru agar bisa terealisasi di tahun 2024-2029,” tuturnya.

Baca juga : Ria Andrews, Lahirkan Anak Stefan William

Wakil Ketua Komisi E Jhonny Simanjuntak berharap, penerapan sekolah gratis tidak berdampak pada para penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Mahasiswa harus tetap bisa menikmati program subsidi pendidikan tinggi dari Pemprov DKI Jakarta.

“Saya melihat banyak program-program yang menyangkut kesejahteraan masyarakat dikurangi. Termasuk KJMU. Padahal efek dari KJMU itu tidak kita lihat sekarang, tetapi nanti 15 sampai 20 tahun yang akan datang,” tutur Jhonny.

Secara filosofis, jelas dia, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran dan Pendapatan Negara (APBN) berfungsi sebagai instrumen negara untuk mewujudkan keadilan dan menekan kesenjangan sosial. Melalui beasiswa kepada mahasiswa Jakarta merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya mewujudkan keadilan dan mengurangi kesenjangan.

Siapkan Kajian Matang

Baca juga : DPR Berusaha Pulihkan Kepercayaan Rakyat

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengaku telah menyiapkan kajian yang matang untuk merealisasikan program Aekolah Swasta Gratis.

“Sekolah kita bagi dalam klaster 1, 2, 3. Sementara klaster 4 dan 5 tidak mungkin kita berikan bantuan sekolah gratis karena mereka juga tidak menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ada 495 sekolah,” ungkap Budi.

Budi mengapresiasi dukungan penuh Komisi E yang berperan besar memuluskan rencana penerapan sekolah gratis dan memiliki komitmen tinggi untuk mengurai benang kusut yang selama ini membelit pendidikan di Jakarta.

“Dari sisi anggaran juga cukup tersedia untuk memenuhi pembiayaan sekolah gratis. Kebijakan ini mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2025,” kata Budi.

Baca juga : Jadi Cagub Banten dari PDIP, Airin Tak Dikasih Tiket oleh Bahlil

Namun Budi bilang, pihaknya masih mendalami anggaran untuk program Sekolah Swasta Gratis. Ditegaskan Budi, sekolah swasta gratis ini akan mengutamakan anak-anak yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 27 Agustus 2024 dengan judul Disdik DKI Sudah Teken MoU, Sekolah Swasta Gratis Mulai Dijalankan 2025

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.