Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perkuat Sinergitas, Pemprov DKI Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
Rabu, 18 September 2024 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warganya. Salah satunya dari bahaya kebakaran yang kerap terjadi di Jakarta.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, memberikan rasa aman dan nyaman merupakan upaya mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global sebagaimana UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yang ditetapkan 25 April 2024 lalu.
Diungkap Heru, berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, pada 2024 kebakaran didominasi akibat korsleting listrik.
"Sepanjang Januari-Agustus 2024 terdapat 61,12 persen kejadian kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik," kata Heru dalam video yang ditayangkan saat diskusi bertema "Tingkatkan Keamanan Listik, Cegah Kebakaran di Jakarta" yang digelar Koordinatoriat Wartawan Balai Kota-DPRD DKI Jakarta di Pressroom Balai Kota DKI, Rabu (18/9/2024).
Baca juga : Kejagung-OJK Sinergi Hadapi Kejahatan Di Sektor Keuangan Dan Kripto
Sebagai langkah antisipasi, lanjut Heru, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk melakukan aksi.
Sebagai contoh sosialisasi kebakaran kepada warga di seluruh wilayah Jakarta.
"Saya menyambut inisiatif rekan-rekan media Balai Kota yang telah menyelenggarakan diskusi publik. Harapannya diskusi ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing," katanya.
Heru mengimbau masyarakat semakin waspada terhadap potensi kebakaran, terutama karena korsleting listrik.
Baca juga : Pengoperasian PLTU Batubara, Pemerintah Komit Kebijakan Net Zero Emission
Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden ini juga meminta masyarakat untuk bijaksana dalam memakai listrik dan memastikan penggunaan peralatan listrik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Kemudian rutin melakukan pemeliharaan dan pembaruan instalasi listrik. Bersama kita tingkatkan perlindungan bagi warga dengan menciptakan lingkungan yang lebih aman serta tertib dari risiko kejadian kebakaran guna mendukung terwujudnya Jakarta Kota Global yang layak huni dan berkelanjutan," ujarnya
Maraknya kasus kebakaran ini menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta Mujiono mengaku telah membentuk relawan kebakaran saat menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.
Tim ini dibentuk setelah Mujiyono menggandeng lembaga pendidikan negeri dalam menanggulangi insiden kebakaran di pemukiman padat penduduk.
Baca juga : Tekan Emisi, Pemerintah Jangan Hanya Fokus Ke Mobil Listrik, Ini Alasannya
"Saya pernah buat kajian bersama teman-teman ITB (Institut Teknologi Bandung) kaitannya dengan penanganan kebakaran di permukiman padat penduduk, kurang lebih 3-4 tahun yang lalu. Pada akhirnya menjadi supporting document (berkas pendukung) untuk program relawan kebakaran," kata Mujiyono.
Menurut dia, program yang diluncurkan dua tahun lalu ini menjadi salah satu warisan (legacy) dari Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Di setiap RW terdapat 30 relawan yang peduli dengan pencegahan kebakaran.
"Relawan ini diperlukan karena potensi kebakaran yang paling besar berada di wilayah pemukiman padat penduduk. Kalau kita narasikan daerah kumuh itu, potensi kebakarannya sangat tinggi, penyebabnya terutama karena korsleting listrik kalau nggak salah hampir 60 persen," ujar Ketua DPD Demokrat Jakarta ini. [DRS/Fauziah]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya