Dark/Light Mode

Transportasi Umum Belum Terintegrasi Baik, Akhirnya Naik Motor

Warga Pinggiran Bikin Macet Di Jakarta Parah

Kamis, 19 September 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gu­bernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat menjadi Inspektur Upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhub­nas) Tahun 2024 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024). (Foto: Istimewa)
Penjabat (Pj) Gu­bernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat menjadi Inspektur Upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhub­nas) Tahun 2024 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jalanan di Jakarta masih sering macet parah meskipun transportasi publik di DKI sudah bagus. Penyebabnya, warga pinggiran alias dari daerah tetangga Jakarta belum meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum.

Transportasi publik di Jakarta sudah lengkap dan layanan sudah bagus. Ada Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Transjakarta. Bahkan, bus Transjakarta ada yang beroperasi di daerah tetangga seperti Tangerang Selatan dan Bekasi.

Namun, Jakarta masih sering macet parah. Penyebabnya, disinyalir karena moda transporta­si yang belum terintegrasi sem­purna. Terutama dengan wilayah aglomerasi, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. Sehingga masyarakat aglomerasi masih enggan beralih menggunakan angkutan umum.

Baca juga : Atalanta Vs Arsenal, Konsistensi The Gunners Diuji

Karena itu, Penjabat (Pj) Gu­bernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono kembali menekankan pentingnya transportasi publik terintegrasi secara menyeluruh. Sehingga masyarakat dapat menggunakannya dengan baik untuk beraktivitas sehari-hari.

“MRT sampai Ancol (harus) bisa selesai, Lintas Raya Ter­padu (LRT) sampai Manggarai (harus segera) selesai, maupun Transjakarta,” kata Heru saat menjadi Inspektur Upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhub­nas) Tahun 2024 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).

Heru menegaskan, transportasi publik di Jakarta sudah lengkap dengan headway (waktu antara) yang cepat. MRT dan LRT memiliki headway tepat waktu. Selain itu, jangkauan layanan Transjakarta sudah mencapai hampir 90 persen dari seluruh wilayah Kota Jakarta. Statistik ini seharusnya bisa lebih banyak menarik masyarakat beralih ke transportasi publik.

Baca juga : Fajri Melaju, Jorji Melempem

Dia mengakui, penanganan kemacetan tidak bisa hanya diselesaikan oleh Jakarta. Tapi harus bersama-sama dengan kota aglomerasi lainnya. Upaya ini sudah diinisiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan pembangunan MRT fase Timur-Barat yang sampai ke Bekasi.

“Nanti bertahap sampai dengan Manggarai, lalu sampai ke Dukuh Atas. Jadi membangun transportasi harus terus menerus,” ujarnya.

Dalam sambutannya yang diba­cakan Heru, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menekankan pemaknaan peringatan Harbunas sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap bakti dan karya yang telah diberi­kan dalam bidang transportasi untuk bangsa dan negara.

Baca juga : Pahala Ingin Usut Big Fish, Tanak Jelaskan Soal Etik

Sesuai dengan tema peringatan Harhubnas tahun ini, yaitu Transportasi Maju Nusantara Baru, Menhub mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi untuk menilik kembali hal-hal yang telah diraih 10 tahun ke belakang, berkomit­men menjaga keberlanjutan dari pencapaian tersebut, sekaligus membuat catatan peningkatan di masa-masa selanjutnya.

Sesuai visi misi Presiden Jokowi, lanjutnya, yaitu terwujud­nya Indonesia maju, berdaulat, mandiri, berkepribadian dan berlandaskan gotong royong.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.