Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Badminton China Open 2024
Fajri Melaju, Jorji Melempem
Kamis, 19 September 2024 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto alias Fajri memulai ajang bulutangkis China Open 2024 dengan apik. Fajri, tampil dominan dan lolos dari babak pertama turnamen BWF Super 1000 itu. Sementara, Gregoria Mariska Tunjung (Jorji) tampil melempem dan harus tersingkir setelah kalah dari wakil India, Malvika Bansod.
Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium Changzhou, China, Rabu (18/9/2024), Fajri yang menempati unggulan ke-4, mengandaskan wakil Korea Selatan (Korsel) Choi Sol Gyu/Heo Kwang Hee.
Fajri menang dua gim langsung dengan skor cukup meyakinkan, 21-11, 21-14.
Baca juga : Pahala Ingin Usut Big Fish, Tanak Jelaskan Soal Etik
Usai laga, Fajar bersyukur bisa mengatasi kondisi lapangan. Salah satunya, karena hembusan angin yang cukup kencang. Ditambah, mereka juga baru turun lagi ke turnamen setelah absen sekitar tiga pekan.
“Kondisi ini memang semua pemain tidak akan mengambil resiko dengan bermain reli,” terang Fajar.
Dia bilang, lawannya terkenal dengan permainan reli-reli panjang yang alot. Tapi, lawan juga tidak bisa memanfaatkan kelebihan karena kondisi lapangan. Sedangkan mereka, berusaha bermain senormal mungkin.
Baca juga : Nikita Mirzani, Anak Dipaksa Aborsi Oleh Vadel Badjideh
“Meskipun memang masih banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucapnya.
Selain alot dalam permainan reli, Heo juga dikenal sebagai pemain tunggal sehingga, peralihan untuk bermain ganda dimanfaatkan dengan baik oleh Fajri. Menurut Fajar, peralihan dari tunggal ke ganda tidak mudah. Karena tipe permainannya sangat berbeda.
“Beberapa kali dia terlihat belum nyaman main ganda,” terangnya.
Baca juga : APBN 2025 Diketok DPR: Penerimaan 3.000 T, Belanjanya 3.600 T
Lebih lanjut, kata dia, secara persaingan ganda putra, setelah Olimpiade ini akan sedikit berubah. Terutama di sisa tahun ini. Dia bilang, ada banyak pasangan baru. Termasuk dari Indonesia.
“Selain itu, pasangan top seperti Satwik/Chirag (India) dan Aaron/Woi Yik (Malaysia) juga masih absen,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya