Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pekan Depan, Pemprov DKI Gelar Program Pelepasan Nyamuk Ber-Wolbachia
Rabu, 25 September 2024 20:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pekan depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan meluncurkan program pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia.
Program ini upaya menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pada tahap awal, nyamuk ber-Wolbachia akan disebar di RW 07 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat pada Jumat, 4 Oktober 2024, bertempat di RW 07 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati menuturkan, inovasi nyamuk ber-Wolbachia ini salah satu strategi terbaru dan ramah lingkungan sebagai pelengkap program utama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
Bakteri alami ini menghambat infeksi virus Dengue, sehingga dapat menurunkan risiko penularan penyakit.
Baca juga : DKI Ngarep Bisa Tekan Amukan Si Jago Merah
“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang metode Wolbachia dan penerapannya. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat mendukung program ini dengan berpartisipasi aktif sebagai Orang Tua Asuh (OTA) yang akan dititipkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia," kata Ani saat media briefing ‘Program Implementasi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia di Jakarta’, Rabu (25/9/2024).
Dijelaskan Ani, pihaknya akan melakukan pendampingan agar masyarakat memahami cara-cara perkembangbiakan jentik dan memantau keberhasilannya.
Dinkes DKI juga akan monitoring dan evaluasi dalam setiap enam minggu untuk memantau keberhasilan program ini. Targetnya, pada 2025, program pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan di Jakarta Barat dan mencapai indikator keberhasilan, yaitu populasi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia lebih dari 60 persen.
Diungkap Ani, kasus DBD di Jakarta masih cukup tinggi. Sejak Maret - September 2024 ini bahkan tembus 12 ribu kasus.
"Jakarta Barat salah satu wilayah relatif tinggi (kasus DBB) dibanding wilayah lain di Jakarta," ujar Ani.
Baca juga : 80 Persen Warga Kembangan Setuju Lepas Wolbachia
Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andoro Ahmad menjelaskan, bakteri Wolbachia merupakan bakteri yang ditemukan secara umum pada sekitar 60 persen serangga di dunia. Seperti lalat buah, kupu-kupu, lebah, capung, dan lainnya.
Nyamuk Aedes Aegypti secara alami tidak mempunyai bakteri Wolbachia di dalam tubuhnya.
Inovasi teknologi ini dilakukan dengan memasukkan bakteri Wolbachia ke dalam tubuh nyamuk melalui ribuan kali percobaan mikro-injeksi pada telur nyamuk Aedes aegypti.
Sampai akhirnya berhasil dan diperoleh nyamuk Aedes aegypti yang dalam tubuhnya mengandung bakteri Wolbachia.
“Perkembangbiakan selanjutnya dilakukan melalui pewarisan Wolbachia dari induk betina nyamuk Aedes aegypti kepada keturunannya. Bahwa nyamuk Wolbachia sebenarnya adalah nyamuk Aedes aegypti yang dalam tubuhnya sudah terdapat bakteri Wolbachia yang dikembangbiakkan dari generasi ke generasi," ujar Riris.
Baca juga : Perkuat Sinergitas, Pemprov DKI Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
Ditambahkan Riris, tidak ada rekayasa genetik dalam teknologi ini, karena secara fisik tidak ada perubahan bentuk maupun sifat dari nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dengan nyamuk Aedes aegypti tanpa Wolbachia.
"Dari penelitian kami secara global ada penurunan rawat inap DBD hingga 86 persen di wilayah yang telah dilaksanakan program ini," pungkas Riris [DRS/Fauziah]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya