Dark/Light Mode

Ngadu Ke Kebon Sirih

Komunitas Bank Sampah Minta Perhatian Pemerintah

Minggu, 29 September 2024 06:50 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi saat menerima Komunitas Bank Sampah Gunung Mas dan Yayasan Pulo Kambing, Jakarta Timur di DPRD DKI Jakarta, Selasa (24/9/2024). (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Anggota DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi saat menerima Komunitas Bank Sampah Gunung Mas dan Yayasan Pulo Kambing, Jakarta Timur di DPRD DKI Jakarta, Selasa (24/9/2024). (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengelola Bank Sampah Gunung Emas dan Yayasan Pulo Kambing mengeluh ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pasalnya, upaya mereka mengurangi sampah di Jakarta kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Pengurus Bank Sampah Gunung Emas yang dikomandoi Vera Novitasari menyambangi Gedung DPRD di Jalan Ke­bon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2024). Vera mengungkapkan, pihaknya merasa tidak dapat perhatian Pemerintah. Padahal, telah berkontribusi menangani permasalahan sampah Jakarta.

Bank Sampah Gunung Emas telah mewakili Jakarta untuk prototipe Bank Sampah ber­prestasi se-Indonesia. Namun tak pernah mendapat apresiasi dari Pemprov Jakarta.

Vera berharap, DPRD bisa mempertemukan pengelola Bank Sampah dengan Dinas Ling­kungan Hidup sehingga terwujud kolaborasi dalam penanganan dan pengelolaan sampah.

Baca juga : Manchester United Vs Tottenham, Misi MU Raih Kemenangan

“Aktivitas kami selain me­ngolah sampah menjadi berkah dan rupiah, juga melakukan penyuluhan,” ujar Vera.

Penyuluhan itu, sambung dia, menyasar Bank Sampah tiap Rukun Warga (RW) maupun di perusahaan yang memiliki Tem­pat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R).

Tidak hanya itu, bentuk kola­borasi juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dari pengelola Bank Sampah untuk membantu pengolahan sampah.

“Dari sana saya pikir bisa me­nyerap tenaga kerja yang unskill, juga memberikan solusi terha­dap sampah yang menumpuk,” ujarnya.

Baca juga : Polda Metro Perpanjang Surat Tugas Penyelidikan

Vera mengatakan, meski saat ini setiap RW diharuskan me­miliki Bank Sampah tapi Bank Sampah yang sudah terbentuk belum bisa beroperasi secara efektif, apalagi jika dilihat dari sisi ekonomisnya.

Dia berharap, Dinas Ling­kungan Hidup bisa berkolab­orasi dengan berbagai pihak melakukan pemberdayaan su­paya Bank Sampah yang ada bisa hidup, berkembang secara sehat dan sustain.

Anggota DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi yang mendengar keluhan ini, meminta Pemprov memberikan perhatian kepada pengelola Bank Sampah.

Menurut Ghozi, Bank Sampah mampu menjadi salah satu alter­natif penanggulangan masalah sampah yang menumpuk.

Baca juga : 12 Tahun Gaji Nggak Naik, Ribuan Hakim Mau Cuti Bareng 5 Hari

Apalagi, Jakarta bisa meng­hasilkan sampah hingga 8.000 ton dalam waktu satu hari. Ribuan ton yang terkumpul sehari ini ideal­nya bisa terurai. Sampah mesti­nya tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

“Diperlukan keseriusan deng­an pendampingan dan perhatian yang lebih,” tandas dia.

Politisi Partai Keadilan Se­jahtera (PKS) ini juga berpesan kepada pengelola Bank Sampah tidak patah semangat. Agar Bank sampah tetap eksis di Jakarta, Ghozi berjanji akan membantu mencari solusi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.