Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ngadu Ke Kebon Sirih
Komunitas Bank Sampah Minta Perhatian Pemerintah
Minggu, 29 September 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengelola Bank Sampah Gunung Emas dan Yayasan Pulo Kambing mengeluh ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pasalnya, upaya mereka mengurangi sampah di Jakarta kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Pengurus Bank Sampah Gunung Emas yang dikomandoi Vera Novitasari menyambangi Gedung DPRD di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2024). Vera mengungkapkan, pihaknya merasa tidak dapat perhatian Pemerintah. Padahal, telah berkontribusi menangani permasalahan sampah Jakarta.
Bank Sampah Gunung Emas telah mewakili Jakarta untuk prototipe Bank Sampah berprestasi se-Indonesia. Namun tak pernah mendapat apresiasi dari Pemprov Jakarta.
Vera berharap, DPRD bisa mempertemukan pengelola Bank Sampah dengan Dinas Lingkungan Hidup sehingga terwujud kolaborasi dalam penanganan dan pengelolaan sampah.
Baca juga : Manchester United Vs Tottenham, Misi MU Raih Kemenangan
“Aktivitas kami selain mengolah sampah menjadi berkah dan rupiah, juga melakukan penyuluhan,” ujar Vera.
Penyuluhan itu, sambung dia, menyasar Bank Sampah tiap Rukun Warga (RW) maupun di perusahaan yang memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R).
Tidak hanya itu, bentuk kolaborasi juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dari pengelola Bank Sampah untuk membantu pengolahan sampah.
“Dari sana saya pikir bisa menyerap tenaga kerja yang unskill, juga memberikan solusi terhadap sampah yang menumpuk,” ujarnya.
Baca juga : Polda Metro Perpanjang Surat Tugas Penyelidikan
Vera mengatakan, meski saat ini setiap RW diharuskan memiliki Bank Sampah tapi Bank Sampah yang sudah terbentuk belum bisa beroperasi secara efektif, apalagi jika dilihat dari sisi ekonomisnya.
Dia berharap, Dinas Lingkungan Hidup bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak melakukan pemberdayaan supaya Bank Sampah yang ada bisa hidup, berkembang secara sehat dan sustain.
Anggota DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi yang mendengar keluhan ini, meminta Pemprov memberikan perhatian kepada pengelola Bank Sampah.
Menurut Ghozi, Bank Sampah mampu menjadi salah satu alternatif penanggulangan masalah sampah yang menumpuk.
Baca juga : 12 Tahun Gaji Nggak Naik, Ribuan Hakim Mau Cuti Bareng 5 Hari
Apalagi, Jakarta bisa menghasilkan sampah hingga 8.000 ton dalam waktu satu hari. Ribuan ton yang terkumpul sehari ini idealnya bisa terurai. Sampah mestinya tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
“Diperlukan keseriusan dengan pendampingan dan perhatian yang lebih,” tandas dia.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga berpesan kepada pengelola Bank Sampah tidak patah semangat. Agar Bank sampah tetap eksis di Jakarta, Ghozi berjanji akan membantu mencari solusi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya