Dark/Light Mode

Ambil Langkah Tegas Kasus Perundungan

SMAN 70 Drop Out Lima Siswa Pelaku Kekerasan

Sabtu, 21 Desember 2024 06:50 WIB
SMAN 70 Jakarta. (Foto: Istimewa)
SMAN 70 Jakarta. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Kami berharap kasus ini men­jadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli dan aktif dalam menciptakan suasana Satuan Pendidikan yang bebas perundungan,” kata Sarjoko.

Pencegahan dan penanganan perundungan, lanjut Sarjoko, membutuhkan kolaborasi se­mua pihak, termasuk peserta didik, pendidik, orangtua dan masyarakat.

Sebagai informasi, kasus bullying atau perundungan lingkun­gan sekolah terjadi lagi, di SMAN 70, pada Kamis (28/11/2024). ABF, siswa SMAN 70, mengalami luka memar dan lebam di bagian ulu hati, perut dan paha kiri karena tindak kekerasan di toilet sekolah. Kasus kekerasan ini sudah dilapor­kan ke pihak Kepolisian.

Baca juga : Indonesia Vs Filipina, Duel Hidup Mati Tim Garuda Muda

Ketua Komisi E Muhammad Thamrin mendukung tindakan tegas untuk memberi efek jera pada pelaku perundungan. Poli­tisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mendorong Dis­dik berkoordinasi dengan Komi­si Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Tujuannya, agar korban dapat ditangani dengan tepat.

“KPAI harus diberikan peluang dan ruang untuk memberi­kan penjelasan dan edukasi ba­gaimana melakukan pendidikan ke anak-anak,” kata Thamrin.

Selain itu, ia mendorong se­luruh guru di sekolah memberi­kan pendidikan karakter yang berfokus pada pengembangan moral, etika, dan nilai-nilai yang mendorong sikap positif.

Baca juga : Menang Lewat Overtime, Spurs Hempaskan Hawks

Thamrin juga mendorong seluruh guru mata pelajaran me­nanamkan nilai-nilai moral.

“Semua guru punya kewajiban dan tanggung jawab memberi­kan pendidikan yang baik,” ucap Thamrin.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Raden Gusti Arief mengimbau, aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku. Menurutnya, sanksi yang diberikan harus bersifat edukatif, namun tetap tegas. Tu­jannya, agar pelaku dapat mema­hami kesalahan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Baca juga : Dubes Tolchenov: Kami Buka Pusat Ekspor Rusia

“Ini penting agar pelaku dapat introspeksi diri dan memperbai­ki perilakunya di masa depan,” kata Gusti.

Menurutnya, bullying adalah masalah serius yang dapat ber­dampak jangka panjang pada korban.

“Kita harus memastikan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Sehingga mereka dapat belajar tanpa rasa takut,” pungkas Gusti. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.