Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Belum Dilantik Jadi Gubernur
Pramono Ditantang Segera Beresin Banjir
Minggu, 2 Februari 2025 08:00 WIB
Sebelumnya
Selain itu, berdasarkan data Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Pemprov Jakarta memiliki 7 ribu pasukan biru. “Kita juga sudah intens berkoordinasi untuk program pengendalian banjir ini,” kata Chico.
Beberapa lokasi juga akan langsung dikunjungi untuk kesiapan sustainability program pengendalian banjir. Seperti, normalisasi Ciliwung, khususnya segmen Rawajati-Cililitan.
Kemudian, Waduk Riario yang berdampak pada wilayah timur Jakarta. Ketiga, untuk banjir rob dipastikan dipercepat penyelesaian tanggul pantai atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)
Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Kami Sepakati Demi Kebaikan Pendidikan
“Pemprov Jakarta akan segera membangun tanggul mitigasi di Muara Karang untuk atasi banjir rob, karena Jakarta tahun ini menghadapi siklus 18 tahun air laut pasang,” terang Chico.
Pengamat Tata Kota, Trubus Rahadiansyah menyarankan Pram-Doel melakukan kolaborasi dan sinergitas. Tidak semata-mata penanganannya membersihkan gorong-gorong, membuat sumur resapan, atau memasang turap.
Trubus mengatakan, gubernur Jakarta yang baru harus mampu merelokasi warga yang tinggal di bantaran sungai, atau daerah yang rawan banjir. Kemudian, tempatnya dijadikan ruang terbuka hijau.
Baca juga : Satriwan Salim: Saya Ragu Sistem Ini Tuntaskan Persoalan
Menurutnya, tidak ada masalah soal anggaran bagi Pemprov Jakarta. Terlebih, upaya ini dilakukan bertahap. Karena terbukti sukses zaman Ahok saat merelokasi warga ke Rusun Jatinegawa dari bantaran Ciliwung, dan yang tinggal Kalijodo.
Kata Trubus, saat ini Jakarta merupakan wilayah aglomerasi. Sehingga harus berkoordinasi dengan wilayah sekitarnya. Sebab, penyelesaian banjir merupakan kesepakatan dari wilayah aglomerasi.
“Selama ini Jakarta karena merasa DKI, jadi ada arogansi, berusaha tampil beda, karena merasa punya cuan, jadi sama tetangganya terkesan jumawa. Menganggap lebih dekat dengan pemerintah pusat,” pungkasnya.
Baca juga : Menkomdigi Percepat Transformasi Digital
Diberitakan sebelumnya, Jakarta kembali dikepung banjir pada Rabu (29/1/2025). Banjir merendam sejumlah ruas jalan dan 30 RT dengan ketinggian bervariasi. Akibatnya, ribuan warga pun terpaksa mengungsi.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi banjir di Ibu Kota. Namun, hujan ekstrem yang terjadi pada Selasa (28/1/2025) di luar prediksi.
Menurut Teguh, berdasarkan informasi dari BMKG, hujan yang diperkirakan hanya berintensitas sedang hingga lebat ternyata berubah menjadi cuaca ekstrem. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya