Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diprotes Warga Sekitar, Taman Ikonik Tebet Eco Park Batal Buka 24 Jam
Sabtu, 12 April 2025 05:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membatalkan operasi 24 jam di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, karena warga sekitar taman memprotes khawatir bakal mengganggu waktu beristirahat.
“Saya sudah memutuskan setelah berdialog dengan masyarakat, maka Taman Eco Park hanya dibuka sampai pukul 10 malam, besoknya dibuka lagi jam 6 pagi,” ujar Pramono di Taman Langsat, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2025).
Menurut Pramono, keputusan ini diambil karena adanya penolakan dari masyarakat yang tinggal di sekitar Tebet Eco Park, mengingat lokasi taman berada di tengah permukiman padat.
“Karena di Eco Park itu penduduk, masyarakat menginginkan tidak dibuka 24 jam. Sehingga kita tentunya harus mendengarkan aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Dengan demikian, jam operasional Tebet Eco Park dibatasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB. Meski begitu, Pramono memastikan bahwa proyek taman yang buka selama 24 jam tetap berjalan.
Baca juga : Harapan Bojan Hodak Buat Beckham Putra
“Lima taman lainnya tetap akan dibuka selama 24 jam, yaitu Taman Langsat, Taman Literasi, Taman Banteng, Taman Ayodya, dan Taman Leuser,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya ke Taman Langsat, Pramono menyampaikan rencana besar menjadikan tiga taman—Langsat, Ayodya, dan Leuser—sebagai taman utama kawasan ASEAN. Ketiganya akan direnovasi secara menyeluruh menggunakan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan ditargetkan rampung pada akhir tahun.
“Kami akan membuat taman ini, tiga taman ini Ayodya, Langsat dan Leuser ini menjadi taman utamanya ASEAN. Dan dalam jangka menengah panjang, tempat ini akan menjadi betul-betul sarana ibu kota ASEAN,” tegasnya.
Pramono menekankan, pembangunan taman tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Seluruh fasilitas akan ditata ulang, termasuk area parkir, toilet dan area jogging.
“Dananya akan kami ambil dari dana KLB. Dananya sudah ada, sehingga dengan demikian saya mengharapkan pembangunan ini bisa dimulai pada pertengahan tahun ini,” jelasnya.
Baca juga : Fokus Amankan Warga Terdampak Banjir, PLN Lakukan Patroli 24 Jam
Lebih dari sekadar ruang terbuka hijau, Pramono ingin taman-taman ini menjadi ruang sosial dan budaya yang hidup di tengah kota.
“Saya menginginkan orang pergi ke taman itu bukan karena taman menjadi rame karena misalnya ada perform Sheila on Seven ataupun Ayu Ting Ting, enggak. Taman menjadi rame memang karena masyarakat membutuhkan budaya untuk pergi ke taman,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat bisa berekspresi secara bebas di taman, mulai dari membaca puisi hingga bersilaturahmi.
“Mereka berekspresi, bersilaturahmi, ketemu kerabat, menyanyi, baca puisi, baca buku,” tambahnya.
Pramono juga memastikan kesiapan infrastruktur penunjang seperti lahan parkir dan fasilitas umum di taman-taman tersebut. Untuk saat ini, sebagian fasilitas memang masih belum maksimal, namun renovasi akan dilakukan secara menyeluruh.
Baca juga : Ide Resep Takjil Praktis Buat Buka Puasa
“Saya sudah minta kepada Kepala Dinas untuk menyiapkan toilet dan sebagainya yang jauh lebih rapi,” ucap Pramono.
Kapan dimulai?
Pembangunan taman-taman tersebut akan dimulai pertengahan tahun ini, dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.
“Yang jelas saya menginginkan akhir tahun taman ini sudah selesai,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya