Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tekan Polusi, Pemprov DKI Operasikan 5 Bus Sampah Listrik
Senin, 14 April 2025 14:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta resmi mengoperasikan lima unit truk sampah listrik jenis compactor berkapasitas 6 meter kubik sebagai bagian dari langkah strategis untuk mengurangi polusi udara dan emisi karbon di wilayah ibu kota.
Penggunaan truk ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu pelopor daerah di Indonesia dalam pemanfaatan kendaraan listrik untuk operasional pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa truk-truk ini telah sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dan bebas emisi.
“Ini merupakan semangat mengurangi polusi udara dan emisi karbon. Kita mulai menggagasnya melalui operasional compactor listrik ke depannya. Tahun ini kami mengadakan lima unit compactor listrik termasuk chargernya, dengan kapasitas enam sampai tujuh meter kubik,” kata Asep Kuswanto dalam keterangan resminya dikutip Senin (14/4/2025).
Baca juga : Long Weekend, Jumat Ini Pemprov DKI Tiadakan Pemberlakuan Ganjil Genap
Truk compactor listrik ini mengusung sistem plug-in dan memiliki kemampuan memadatkan sampah secara otomatis dengan tingkat kebisingan yang sangat rendah. Kendaraan ini dirancang khusus agar lebih ramah lingkungan dibanding armada konvensional berbahan bakar fosil. Selain bebas emisi, pengoperasian truk juga minim suara, memberikan kenyamanan bagi lingkungan sekitar.
“Seluruh proses pengoperasian menggunakan tenaga listrik dengan sistem plug-in dan dapat memadatkan sampah secara otomatis,” jelas Asep.
Adapun spesifikasi teknis truk listrik ini meliputi dimensi panjang 3.300 mm, lebar 1.700 mm, tinggi 1.950 mm, dan berat kosong sekitar 1.700 kg. Daya listrik yang dibutuhkan untuk operasionalnya sebesar 1,5 kW, 3 phase. Truk ini juga telah dilengkapi dengan panel kendali digital, safety switch, dan hydraulic control unit yang menjamin pengoperasian alat secara aman dan efisien.
Langkah ini, menurut Asep, juga merupakan bagian dari upaya peremajaan armada truk sampah milik DLH DKI Jakarta. Dengan menggantikan armada lama berbahan bakar solar ke kendaraan listrik, Pemprov DKI berharap dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Baca juga : Selamatkan Rupiah, BI Kerahkan Jurus Pamungkas
“Pengadaan truk compactor listrik ini juga merupakan bagian dari peremajaan armada truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta,” ungkap Asep.
Kelima unit truk listrik ini saat ini dioperasikan untuk mengangkut sampah menuju RDF Plant Rorotan. DLH DKI juga berencana menambah jumlah armada listrik secara bertahap di masa mendatang.
“Seluruh sampah yang diangkut ke RDF Plant Rorotan menggunakan truk compactor, termasuk lima unit truk compactor listrik ini. Kedepannya kita akan terus tambah lagi,” ujar Asep.
Untuk mendukung keberlanjutan operasional truk listrik ini, DLH DKI Jakarta juga akan menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah lokasi strategis, termasuk pool truk DLH, RDF Plant Rorotan, dan TPST Bantar Gebang. Teknologi pengisian baterai yang digunakan mengadopsi sistem super fast charging, sehingga pengisian daya hanya memerlukan waktu sekitar 20 hingga 30 menit.
Baca juga : Kemenko Polkam Pastikan Arus Balik Tol Cikampek Aman & Lancar
“Kami juga telah melatih para operator untuk mengoperasikan compactor listrik ini. Pengoperasiannya cukup mudah dan tidak jauh berbeda dengan compactor konvensional berbahan bakar solar, sehingga adaptasi berjalan lancar,” tambah Asep.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang rendah karbon, efisien, dan berkelanjutan. Asep meyakini bahwa penggunaan kendaraan listrik dalam operasional harian bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
“Jakarta ingin menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan bukan hal yang mustahil. Semua bisa dimulai dari sekarang, dan bukan tidak mungkin ke depan seluruh truk sampah kami adalah truk listrik,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya