Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tinjau Pelatihan Kerja Rusun KS Tubun
Gubernur Pramono Janjikan Sertifikat dan Permodalan Ringan
Jumat, 2 Mei 2025 21:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau langsung Mobil Training Unit (MTU) yang berada di Rusunawa KS Tubun. Dalam kunjungannya, Pramono berharap pelatihan berbasis keterampilan ini dapat dimanfaatkan warga Jakarta untuk meningkatkan peluang kerja.
“Ini memang betul-betul program yang dibutuhkan di lapangan. Kenapa ini menjadi salah satu prioritas saya dalam 100 hari pertama? Supaya ini bisa memberikan manfaat bagi warga yang selama ini belum beruntung belum bekerja,” ujar Pramono di Rusunawa KS Tubun, Jakarta Barat, Kamis (2/5/2025).
MTU menyediakan berbagai jenis pelatihan praktis, seperti tata rias wajah, menjahit, hingga desain. Pramono mengaku terkesan dengan materi yang diberikan karena bersifat aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Saya tadi lihat sendiri pelatihannya. Sangat bermanfaat, apalagi seperti menjahit dan merias wajah, ini skill yang bisa langsung digunakan untuk kerja atau buka usaha sendiri,” katanya.
Baca juga : Gubernur Pramono Perpanjang Jam Operasional Perpustakaan Hingga Pukul 23.00
Ya, peserta pelatihan yang mengikuti program MTU akan mendapatkan sertifikat resmi. Sertifikat ini dapat digunakan untuk melamar pekerjaan atau memulai usaha mandiri.
“Sertifikat ini nanti bisa dijadikan bekal. Jadi pelatihannya nggak cuma sekadar datang, tapi ada hasil nyata yang bisa dibawa pulang untuk kerja,” jelas Pramono.
Gubernur juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap membantu permodalan bagi warga yang ingin membuka usaha setelah mengikuti pelatihan. Meski tidak gratis, permodalan akan diberikan dengan sistem yang ringan dan terjangkau.
“Nggak mungkin akan memberikan gratis, tetapi membantu permodalan semurah mungkin. Apakah dengan sistem kur dan sebagainya,” ujarnya.
Baca juga : Larang Pungli, Gubernur Pramono Bakal Sentil Sekolah Yang Tarik Uang Kelulusan
Menurut Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Hari Nugroho, pelatihan di MTU hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP DKI Jakarta.
“Kita sudah hampir 40 persen yang berjalan dari program MTU, yang 60 persennya nanti di Kelurahan, RPTRA, Rusun, dan tempat-tempat yang memang memungkinkan untuk diajarkan pelajaran MTU,” ujar Hari.
Masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan dapat membuat surat permohonan dari RT/RW, Karang Taruna, Lurah, atau Camat. Surat tersebut kemudian dikirimkan ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta.
“Setelah nanti dibuat surat, nanti kita cek lokasi, baru kemudian kita buat assessment, langsung kita turunkan alat yang memang diminati di daerah situ,” jelas Hari.
Baca juga : Gerindra Ajak Rakyat Percaya Kekuatan Ekonomi Nasional...
MTU akan disebar secara bergilir di lima wilayah DKI Jakarta. Saat ini, pelatihan sudah dimulai di Rusunawa KS Tubun, yang menjadi salah satu titik awal dari pelaksanaan program.
“Kalau di sini (Rusunawa KS Tubun), rata-rata ingin yang tata rias. Jadi peminatan surat permohonan sangat simpel dan gratis,” ungkap Hari.
Hari mengungkapkan bahwa jumlah peserta pelatihan meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024, jumlah peserta tercatat 2.300 orang, dan meningkat menjadi 2.700 orang pada 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya