Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ketua DPRD DKI Semprot Anies
Monas Cagar Alam, Sembarangan Aja Nebangin Pohon
Senin, 20 Januari 2020 14:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil rakyat Jakarta dibuat geleng-geleng kepala dengan kebijakan Pemprov DKI menggunduli kawasan Monas. Bisa-bisanya ratusan pohon yang butuh puluhan tahun tumbuh ditebang begitu saja.
“Ini yang kadang saya heran, apa lagi? sangat disayangkan karena pohon-pohon di Monas itu sudah besar-besar dan butuh puluhan tahun untuk Jakarta memiliki pohon seperti itu lagi,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi saat dihubungi, Senin (20/1).
Menurutnya, saat ini warga dunia tengah berlomba untuk membangun dengan konsep mempertahankan ruang hijau. Bukan justru melakukan penebangan massal seperti sekarang ini.
Baca juga : Ketua MPR Dorong Pemerintah Akselerasi Pembangunan SDMĀ
“Lagi pula yang saya tahu Monas itu cagar budaya, gak boleh sembarangan revitalisasi. Makanya perlu ditinjau lagi konsep, kajian, dan rencana induknya seperti apa,” jelasnya.
Prasetyo mengatakan dewan akan memanggil SKPD terkait. Terutama untuk melihat rancang bangun kawasan itu. Menurutnya, sebagai kawasan cagar budaya, revitalisasi Monas tidak bisa sembarangan.
"Saya akan minta Komisi D untuk memanggil SKPD terkait. Karena cagar budaya tadi, Monas tidak bisa sembarangan diperlakukan, untuk bangun ini itu,” tegasnya.
Baca juga : Indonesia Apresiasi Program Pengembangan SDM Transportasi Korsel
Dia menambahkan, saat mengusulkan anggaran Rp114,7 miliar untuk revitalisasi Monas, SKPD terkait menerangkan kegiatan itu diperuntukan mendukung penyelenggaraan Formula E.
“Bukannya tidak tahu, kita tahu. Tapi kan di Banggar revitalisasi monas ini kaitannya dengan penyelenggaraan formula e, bukan untuk tebang-tebang pohon begitu. gimana pengaspalan, pengalihan sejumlah ruas jalan untuk trek yang akan menjadi perlintasan,” jelasnya.
“Kalau alasannya untuk penghijauan kedepannya, ini tidak menambah luas RTH baru kok. Bukannya malah mubazir, kalau saya bilang sih mubazir karena ini uang rakyat, yang saat ini lagi takut-takutnya nih sama banjir. Kenapa anggaran segitu besar bukan buat penanganan banjir,” tutupnya. [MRA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya