Dark/Light Mode

98 Persen ASN DKI Naik Transportasi Umum, Penumpang Transjakarta Membludak

Rabu, 21 Mei 2025 15:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat peningkatan signifikan dalam kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) terhadap kebijakan penggunaan transportasi umum setiap hari Rabu.

Kebijakan ini merupakan bagian dari Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2025 yang bertujuan mengurangi kemacetan di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, dalam dua pekan awal pelaksanaan, tingkat kepatuhan ASN terus meningkat. Pada minggu pertama, kepatuhan tercatat sebesar 96 persen, dan meningkat menjadi 98 persen di minggu kedua.

"Setiap minggu kita evaluasi. Minggu pertama ketaatannya itu 96 persen. Minggu kedua naik menjadi 98 persen. Saya dilaporkan secara khusus oleh Kepala Dinas Perhubungan dan harapan saya minggu ini juga akan mengalami kenaikan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Baca juga : Cetak Rekor, Jumlah Penumpang Harian Whoosh Tembus 25 Ribu

Menurut Pramono, salah satu faktor utama yang mendorong kepatuhan adalah kebijakan transportasi umum gratis bagi ASN setiap hari Rabu. Hal ini membuat ASN tidak memiliki alasan untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi.

"Kenapa? Karena pertama semuanya digratiskan naik kendaraan umum. Sehingga naik dari mana aja gratis. Jadi tidak ada alasannya," tegasnya.

Selain itu, Pemprov Jakarta juga memperketat pengawasan dengan melarang ASN masuk kantor pada pagi hari jika datang menggunakan kendaraan pribadi, kecuali dalam kondisi tertentu seperti kehamilan atau izin khusus dari atasan.

"Kedua, semua kantor sudah saya perintahkan untuk tidak menerima ASN yang datang ke kantor pagi hari naik, apakah itu motor, naik mobil dan sebagainya. Sehingga menjadi pandangan di mana-mana pasti pintunya ditutup dan sebagainya, kecuali ibu yang mengandung atau mendapatkan izin dari atasan," lanjut Pramono.

Baca juga : Hasan Nasbi: Berantas Premanisme, Pemerintah Tak Pukul Rata Semua Ormas

Kebijakan ini berdampak langsung terhadap lonjakan penumpang transportasi umum, khususnya Transjakarta. Direktur utama Transjakarta melaporkan bahwa terjadi kenaikan penumpang sebesar hampir 110.000 orang setiap hari Rabu sejak kebijakan ini diterapkan.

"Dengan demikian saya meyakini mudah-mudahan ini memberikan dampak untuk mengurangi kemacetan. Karena direktur utama Transjakarta sudah memberikan laporan kepada saya. Akibat kebijakan ini setiap hari Rabu ada lonjakan kenaikan penumpang hampir 110.000," kata Pramono.

Jumlah ASN Pemprov Jakarta yang mencapai sekitar 64.000 orang diperkirakan hanya setengah dari total kenaikan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan ini juga mendorong partisipasi keluarga ASN dalam menggunakan transportasi umum.

"Padahal ASN kita itu kurang lebih 64.000. Artinya apa? Selain ASN-nya, juga keluarganya," ungkapnya.

Baca juga : Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Secara Menyeluruh

Dia menegaskan, dirinya menjalankan kebijakan ini secara konsisten, termasuk dengan menggunakan transportasi umum secara pribadi meski harus menghadapi tantangan waktu dan kenyamanan.

"Kalau saya sudah membuat kebijakan maka ini tidak setengah-setengah. Tetap akan kami jalankan dan saya sendiri konsekuen menjalankan itu. Termasuk kadang-kadang memang di kendaraan umum saya alami sendiri sampai 1 jam, satu setengah jam juga sudah pernah," tutup Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.