Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Resahkan Masyarakat Dan Hambat Perekonomian
Sikat Premanisme Sampai Tuntas Dan Berkelanjutan
Kamis, 22 Mei 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
“Harapan kita, investor-investor melihat negara ini aman, dan bisa menumbuhkan keinginan mereka berinvestasi. Sehingga, perekonomian Indonesia, khususnya Jakarta, bisa lebih baik,” tuturnya.
Hal senada dilontarkan Anggota Komisi A DPRD DKI Ali Muhammad Johan. Menurut dia, regulasi khusus terkait pemberantasan premanisme diperlukan. Supaya penanganan premanisme tidak bersifat sementara.
“Sanksi bagi para pelaku juga harus digodok dengan jelas dan tegas. Baik sanksi administratif maupun pidana,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Baca juga : Patung Untuk De Bruyne
Dia juga mendorong kolaborasi semua pihak dalam memberantas premanisme. Salah satunya, sinergi antara Satpol PP dengan Karang Taruna di tingkat RT dan RW, untuk membantu memberantas premanisme di lingkungan masing-masing.
Staf Khusus Gubernur DKI Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim mengatakan, Pemprov DKI tidak akan mentolerir premanisme. Menurutnya, Pemprov DKI mendukung Operasi Anti Premanisme yang tengah digencarkan Polda Metro Jaya.
“Kami menyambut positif operasi ini, dan memang tidak ada tempat untuk kekerasan di Jakarta,” ujarnya.
Baca juga : PBSI Panggil 10 Atlet Baru Masuk Pelatnas
Pria yang akrab disapa Chico Hakim ini menambahkan, Pemprov DKI juga mengerahkan Satpol PP untuk memberantas premanisme. Termasuk menertibkan atribut, seperti bendera hingga spanduk Ormas yang dipasang di tempat umum.
Chico pun mengingatkan Ormas untuk tidak sembarangan memasang atribut. Sebab, ada prosedur perizinan memasang atribut maupun iklan di tempat-tempat umum di Jakarta.
Untuk mengatasi premanisme, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Anti Preman. Mulai 9 Mei sampai 23 Mei 2025. Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan, operasi ini menargetkan semua bentuk premanisme, baik yang dilakukan individu maupun kelompok.
Baca juga : Cinta Laura, Nggak Masalah Nikah Usia Tua
“Semua pelaku akan dikenakan hukum secara tegas, tanpa toleransi,” tandas mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, saat memimpin apel siaga Anti Premanisme di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Operasi ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari 663 polisi, 306 personel TNI dan 30 petugas dari Pemprov DKI. Karyoto menyatakan, operasi ini bertujuan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dan stabil. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya