Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kerap Kebanjiran, Warga Ciledug Pedurenan Minta Segera Normalisasi Kali Angke
Kamis, 10 Juli 2025 19:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kekhawatiran dan keresahan terus menyelimuti warga di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, Kelurahan Pedurenan, Kota Tangerang.
Setiap kali hujan deras turun, warga harus bersiap menghadapi ancaman banjir yang kian mengkhawatirkan. Kondisi turap dan tanggul di sepanjang Kali Angke yang semakin rapuh membuat warga semakin mendesak adanya solusi jangka panjang dari pemerintah pusat.
Fajar, Ketua RW 03 Ciledug Pedurenan, menyampaikan bahwa banjir bukan lagi hal baru bagi warganya. Namun, kerusakan tanggul yang terjadi baru-baru ini membuat ancaman semakin nyata dan risiko semakin besar.
"Setiap kali hujan deras, kami selalu was-was. Air kali sering kali meluap dan limpasan air masuk ke pemukiman warga, apalagi kondisi turap yang rapuh dan kemarin ada tanggul yang jebol, sudah tidak lagi kuat menahan volume air. Kami sangat berharap ada langkah cepat dari Kementerian PUPR untuk perbaikan di lingkungan kami ini," tutur Fajar.
Baca juga : Performa Mengecewakan, Bagnaia Minta Maaf Ke Ducati
Dia menambahkan, meskipun pemerintah daerah sudah berupaya melakukan penanganan sementara, seperti menambal tanggul dengan karung pasir, solusi tersebut hanya bersifat darurat.
Warga menginginkan perbaikan permanen dan normalisasi sungai sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah banjir berulang.
Senada, Naufal, Warga Pedurenan, mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, kondisi semakin memburuk. Daerah yang sebelumnya jarang terdampak kini juga ikut terendam akibat air meluap dari kali.
"Dulu biasanya kita paling akhir kena air, tapi kemarin kita juga parah karena air tumpah dari kali. Kondisi tanah di pinggir kali sudah semakin terkikis, debit air tinggi akhirnya tumpah ke warga," ungkap Naufal.
Baca juga : Buka Rakernas Marga Simbolon, Gibran Minta Sinkronisasi Program Nasional
Menurutnya, dengan kondisi infrastruktur penahan banjir yang sudah tidak memadai, setiap musim hujan selalu menimbulkan kecemasan bagi ribuan warga yang tinggal di bantaran Kali Angke.
"Warga berharap Kementerian PUPR bisa segera menanggulangi tanggul ini, karena setiap tahun kita kena banjir. Dengan kondisi tanggul seperti ini, dampaknya bisa sangat fatal," tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dapat segera mempercepat normalisasi Kali Angke dan membangun turap atau tanggul yang kokoh agar risiko banjir dapat dikurangi secara signifikan.
Sebagai informasi, banjir di kawasan Ciledug Indah dan sekitarnya terjadi akibat tingginya curah hujan dan luapan air Kali Angke yang melintasi kawasan padat penduduk.
Baca juga : Harga Minyak Mulai Melonjak, Pemerintah Diminta Antisipasi Beban APBN
Saat ini kondisi air sudah mulai surut, dan sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing, meski masih ada yang bertahan di pengungsian sambil membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan yang terdampak.
Warga berharap agar bencana tahunan ini tidak lagi menjadi rutinitas yang harus mereka hadapi, dan ada tindakan konkret dari pemerintah pusat demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar DAS Kali Angke.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya