Dark/Light Mode

AS Serang Iran

Harga Minyak Mulai Melonjak, Pemerintah Diminta Antisipasi Beban APBN

Senin, 23 Juni 2025 16:24 WIB
Ilustrasi penyaluran BBM subsidi. (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Ilustrasi penyaluran BBM subsidi. (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga minyak melonjak setelah Amerika Serikat membantu Israel menyerang Iran. Senin (23/6/2025), harga minyak mendekati 80 dolar AS per barel.

Melihat hal ini, Anggota Komisi XI DPR Bertu Merlas meminta Pemerintah melakukan antisipasi. Sebab, kenaikan harga minyak dunia akan menambah beban berat APBN, terutama untuk pos subsidi BBM.

"Kami berharap Pemerintah segera melakukan langkah antisipasi agar dampak perang Timur Tengah tidak kian melambatkan pertumbuhan ekonomi yang memang sudah melambat akhir-akhir ini,” ujar Bertu, Senin (23/6/2025).

Baca juga : AS Serang Iran, Indonesia Dorong Penyelesaian di Meja Perundingan

Dia mengungkapkan, tahun ini Pemerintah menganggarkan subsidi BBM sebesar Rp 26,7 triliun. Jika terjadi lonjakan harga minyak dunia, anggaran untuk subsidi BBM bisa membengkak.

“Perang yang terjadi ini akan berdampak pada negara-negara lain, termasuk di Indonesia. Kami berharap Pemerintah segera mengantisipasi dampak ekonomi yang akan menambah beban APBN,” katanya. 

Bertu mengatakan, kenaikan harga minyak dunia juga akan berimbas pada industri dalam negeri. Harga bahan baku, biaya produksi, hingga distribusi bakal meningkat. Hal ini akan kian menekan tingkat daya beli masyarakat.

Baca juga : NasDem Yakin Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif

“Kita semua berada di situasi global yang tidak menentu. Pemerintah harus bergerak untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari peperangan ini,” katanya.

Dampaknya akan semakin besar apabila Selat Hormuz ditutup oleh Iran. Selama ini, Selat Hormuz adalah jalur perdagangan maritim yang menjadi pintu gerbang Teluk Persia.

“Teluk ini merupakan jalur utama raja-raja minyak dan gas dunia seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Irak dan Kuwait dalam perdagangan minyak. Jika ini ditutup, pasti akan memicu gejolak ekonomi luar biasa,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.