Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jakarta Darurat Tawuran
Pelaku Jarah Warung Dan Bacok Lima Warga
Senin, 21 Juli 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Untuk menangani persoalan tawuran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi lintas sektor. Pemprov juga berencana menjalin kerja sama dengan psikolog dan kriminolog dari berbagai universitas di Jakarta guna merumuskan solusi yang lebih komprehensif.
Selain itu, Pemprov akan menggencarkan kampanye #JagaJakarta dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antitawuran.
Rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (26/6/2025) ini, dihadiri oleh jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Gubernur, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, serta kepala dinas dan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait.
Baca juga : Garuda Muda Wajib Ganyang Harimau
“Tawuran di Jakarta seolah menjadi masalah turun-temurun dengan beragam penyebab. Karena itu, kehadiran Pemprov Jakarta sangat dinanti publik dalam menangani persoalan ini,” ujar Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menyampaikan pentingnya tindakan tegas untuk menghentikan tawuran.
“Perlu adanya penegakan hukum yang kuat. Teori broken windows, yaitu pelanggaran kecil ditindak tegas sejak awal, bisa diterapkan dalam konteks ini,” ujarnya.
Baca juga : Baby Alien Menang Tapi Belum Tenang
Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana, mempertanyakan efektivitas kebijakan Pemprov DKI dalam menangani tawuran. Ia menilai berbagai upaya yang sudah ditempuh belum membuahkan hasil. “Sudah berbagai cara dilakukan oleh Pemprov DKI, namun tawuran tetap saja terjadi dan terus terulang,” kata William, Sabtu (19/7/2025).
Ia juga menyoroti program-program yang digagas di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, seperti acara ‘Manggarai Bershalawat’ dan penyediaan ruang publik, yang menurutnya belum mampu menyelesaikan permasalahan.
“Mas Pram memang punya pendekatan tersendiri, tapi itu terbukti belum berhasil menuntaskan persoalan tawuran,” ujar Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Baca juga : Lagi Hamil,Putuskan Tak Menikah
William menyarankan Pemprov DKI mengambil langkah yang lebih ekstrem, seperti program yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim anak-anak nakal ke barak militer untuk dibina.
“Sudah terbukti, anak-anak yang dibina di barak menunjukkan perubahan perilaku sepulang dari sana. Mungkin ini bisa menjadi solusi yang dibutuhkan Jakarta untuk mengentaskan tawuran secara menyeluruh,” tutupnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya