Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tersesat Di Gunung Agung, Turis Rusia Ditemukan Selamat

Sabtu, 26 Januari 2019 15:25 WIB
Turis asal Rusia, Aleksandr yang tersesat di Gunung Agung, Bali berhasil ditemukan dengan selamat oleh tim SAR gabungan. (Foto: Basarnas Bali)
Turis asal Rusia, Aleksandr yang tersesat di Gunung Agung, Bali berhasil ditemukan dengan selamat oleh tim SAR gabungan. (Foto: Basarnas Bali)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim SAR gabungan dan relawan berhasil mengevakuasi WNA asal Rusia yang tersesat, saat mendaki Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Jumat (25/1). Turis Rusia tersebut diketahui bernama Aleksandr (28).

"Basarnas Bali langsung mengerahkan 7 personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, untuk selanjutnya bergabung dengan potensi SAR lainnya," jelas Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Kantor Basarnas Bali, I Made Junetra, Jumat (25/1).

Sekitar pukul 02.30 WITA, tim SAR gabungan memulai pendakian dari Desa Embung untuk mencari korban. Sementara itu, personil dari Kantor Basarnas Bali yang berada di Jimbaran, juga dikerahkan menuju lokasi pencarian.

Berita Terkait : Erupsi Gunung Agung Tak Pengaruhi Wisata & Penerbangan Di Bali

Akhirnya, Tim Pertama yang melakukan pendakian berhasil menemukan korban pada pukul 10.35 WITA dalam keadaan selamat. Kira-kira 1 km ke arah atas, dari titik awal ia beristirahat. Tepatnya, di ketinggian 2049 MDPL (koordinat 8° 20' 56.80" S - 115° 29' 03.41").

Selanjutnya, Aleksandr dievakuasi melalui Posko Temukus Besakih. Tim Pertama yang membawa korban telah bertemu Tim Kedua, sekitar pukul 15.00 WITA di ketinggian 1.777 mdpl pada posisi 08° 21' 21.61" S - 115° 29' 10.80" E). Korban diberikan penanganan medis awal, dan beristirahat sejenak untuk pemulihan fisik.

Proses evakuasi dilanjutkan oleh tim Basarnas Bali beserta potensi SAR lainnya, hingga tiba di Pura Tunggul Besi pada pukul 18.20 WITA. Korban akan dibawa ke Puskesmas Rendang, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, dengan menggunakan ambulans milik Polres Karangasem.

Berita Terkait : Ketum Golkar Terus Pantau Kesiapan Daerah

Aleksandr bersama ketiga rekannya diketahui memulai pendakian dari jalur Pengubengan pada Kamis (24/1) sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan kronologis yang didapat dari rekan korban, saat di tengah perjalanan, Aleksandr mengalami cedera pada kaki kiri dan pergelangan tangan kiri.

Rekan korban lainnya, Alvis (27/ Perancis), Sergey (30/ Ukraina) dan Jhon (32/ Ukraina) memutuskan melanjutkan perjalanan. Setelah 20 menit kemudian, mereka kembali ke posisi awal Aleksandr beristirahat. Namun, setibanya di lokasi, Aleksandr sudah tidak berada di lokasi tersebut.

Setelah berupaya melakukan pencarian dan hasilnya nihil, teman korban melaporkannya ke Polsek Rendang. Rupanya sebelum melakukan pendakian, mereka tak meminta izin dan juga tidak membawa pemandu lokal.

Berita Terkait : Korupsi Di Tengah Bencana, Pelaku Bisa Diancam Hukuman Mati

"Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Sudah dilarang tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Agung, namun masih saja nekat mendaki," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam akun Twitter-nya.

Untuk diketahui, status Gunung Agung saat ini berada di level III (siaga). Masyarakat direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya. Yaitu di seluruh area di dalam radius 4 Km dari Kawah Puncak Gunung Agung. [HES]