Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Calon Istri Ahok Murtad?
MUI: Itu Hak Pribadi, Tapi Dosa Terbesar
Sabtu, 26 Januari 2019 08:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar murtadnya calon istri Ahok, Puput Nastiti Devi tak kalah heboh dari bebasnya Ahok. Urusan ini ramai diperbincangkan warganet. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, pindah agama itu urusan individu. Jangan sampai dijadikan pemicu perpecahan antar umat.
Lurah Pasir Gunung Selatan, Depok, Aslih Sinten yang memberikan informasi Puput pindah agama dari Islam ke Kristen. Hal itu diketahui dari berkas-berkas pengantar nikah. Direncanakan, Ahok dan Puput akan nikah Februari ini.
“Ya gitu kayaknya, ikut (agama) Ahok, Kristen, jadi Kristen. Kayaknya pindah agama dari Muslim ikut Ahok. Saya mah sesuai dengan di berkas saja,” ujar Aslih dilansir dari kumparan.com, kemarin. Menurut Aslih, berkas pernikahan Ahok dan Puput diurus pihak keluarga perempuan, pada 17 Januari lalu. “Agamanya sudah beda,” tambah Aslih.
Pekan lalu, Sunarwatik, budhe Puput di Nganjuk, Jawa Timur, menyebut Puput masih beragama Islam. “Keluarga kita semua Islam. Sampai saat ini, Puput juga masih Islam,” ungkap Sunarwatik, Sabtu (19/1).
Baca juga : Putri Akom Memaklumi, Tapi Ogah Diduakan
Di dunia maya, murtadnya calon istri Ahok yang bekas Polwan itu, heboh. Jadi buah bibir. Ada yang mengecam keras. Ada yang biasa-biasa saja menyikapinya. Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Prof. Musni Umar termasuk yang mengecam. “Sebagai sosiolog, saya kecam rencana Ahok kawin dengan Puput, karena Puput akhirnya murtad. Ahok sudah menista AlQur'an, membuat murtad lagi si Puput. Saya protes karena bukan hanya urusan pribadi, tapi sudah masuk ranah sosial, membahayakan hubungan Muslim dan non Muslim,” cuit @musniumar.
@hamid_alhamid84 meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespon peristiwa ini agar Ahok tidak dianggap meresahkan. “Persoalan murtad di dalam Islam sangat tegas hukumannya. Seharusnya MUI bersuara, bukan hanya diam saja. Tidak boleh dibiarkan, pemurtadan dengan dalih pernikahan,” pintanya.
Namun tak sedikit warganet yang merasa buat apa ngeributin pernikahan Ahok. “Urusan agama urusan pribadi. Urusan langsung sama Allah. Lha Lindswell Kwok atlit wushu masuk Islam karena nikah gak ada yang teriak-teriak, malah pada bersyukur. Ini Puput masuk Kristen kok pada ribut. Ada yang bilang penistaan agama... Sudah banyak yang benar-benar pada mabuk agama ini.. Ngeriiik,” cuit @Wahyundari4.
“Heran aja kenapa juga ngurusin agama orang lain. Nah mau murtad Ahok atau Puputnya kan urusan mereka, yang masuk neraka juga mereka. Urus aja iman dan agama masing-masing. Apa yakin udah pasti bener dan masuk surga diri sendiri? Kita aja yang hidup belum tau bisa masuk surga atau neraka,” cuit @susirawatilie.
Baca juga : Paviliun Indonesia Meriahkan Pameran Dagang Terbesar Afrika
Bagaimana tanggapan MUI soal ini? Sekjen MUI, Anwar Abbas memastikan tidak ada fatwa ihwal pernikahan seperti ini. Kata dia, setiap individu bebas memilih agamanya. “Seandainya dari Islam ke Kristen, itu hak dia. Silakan saja,” ujar Anwar kepada Rakyat Merdeka, Jumat (26/1).
Namun, tokoh Muhammadiyah ini mengingatkan, dosa paling besar sebagai seorang muslim adalah murtad. Dia juga mewanti-wanti, bisa saja ada pihak-pihak yang menafsirkan kalau murtadnya Puput karena Ahok. “Tentu saja, orang yang seagamanya tidak happy, tersinggung. Tafsir bisa bermacam-macam, ya saya mengimbau agar yang sakit hati ini tidak berbuat berlebihan,” sarannya.
Wasekjen MUI, Ustad Tengku Zulkarnain juga menyebut, tak ada fatwa khusus MUI membahas murtadnya Puput. Menurutnya, itu pilihan masing-masing. Pindah agama itu hal biasa.“Bisa saja, nanti habis murtad besoknya masuk Islam lagi. Artis-artis kan ada yang begitu. Ada Kapolda masuk Islam juga, biasa saja. Kapolda loh,” ujar Tengku kepada
Rakyat Merdeka, Jumat (26/1).
Menurutnya, yang seharusnya khawatir adalah keluarga Puput, jika seandainya Puput benar-benar murtad. Pasalnya, ini akan menjadi tanggung jawab keluarga Puput di akhirat nanti. “Kalau menjadi ribut sih nggak ya,” katanya.
Baca juga : Warga Masih Mengais Puing-puing Rumahnya
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Hery Haryanto Azumi juga berpendapat sama. Murtadnya Puput adalah hak pribadi. Jangan sampai hal ini dijadikan alat memprovokasi. “Sepanjang tidak dijadikan alat provokasi tidak masalah,” ujar Hery kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [BSH/NET]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya