Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
LRT Jakarta Gandeng Summarecon Kembangkan Kawasan Transit Oriented Development
Jumat, 25 Juli 2025 08:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - LRT Jakarta dan Summarecon Mall sebagai bagian dari pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan di ibu kota.
"Dengan penamaan itu, ini menjadi salah satu konsep TOD baru yang memang sengaja akan kami kembangkan," ujar Gubernur Pramono Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall LRT Jakarta, Jakarta Utara, Kamis (24/7/2025).
Dalam kerja sama ini, Summarecon mendapatkan hak penamaan (naming rights) terhadap salah satu stasiun LRT Jakarta. Kontrak kerja sama ini berlaku selama 5 tahun, dengan opsi perpanjangan 5 tahun ke depan.
"Untuk kontrak 5 tahun, diperpanjang 5 tahun," jelas Gubernur Pramono.
Menurut Pramono, pengembangan jaringan LRT Jakarta hingga ke kawasan Manggarai bahkan Dukuh Atas akan memberikan efek signifikan terhadap jumlah penumpang harian.
"Hariannya mungkin kalau Velodrome sekitar 5 ribu orang yang naik. Tetapi kami meyakini kalau sudah sampai dengan Manggarai, karena ini akan terkoneksi dengan moda transport lainnya," kata Pramono.
Baca juga : BKSL Dikabarkan Akan Bangun Kawasan Industri Farmasi Terintegrasi Di Jonggol
"diperkirakan bisa per harinya sampai dengan 70 ribu," tambahnya.
Dia juga menambahkan, jika rute LRT mencapai Dukuh Atas, maka jumlah penumpang harian bisa tembus hingga 100 ribu orang.
"Kalau sampai Dukuh Atas, maka per harinya itu bisa sampai dengan 100 ribu," katanya.
Pramono menekankan pentingnya inovasi pendanaan dalam pembangunan infrastruktur, khususnya yang tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Jakarta dalam membangun kotanya tidak semata-mata mengandalkan APBD, tetapi kita melakukan inovasi-inovasi baru termasuk yang dilakukan di tempat ini, kerja sama dengan Summarecon Mall yang ini kita sebut dengan TOD," jelasnya.
Konsep TOD, lanjutnya, akan memperkuat konektivitas dan kenyamanan warga dalam menggunakan transportasi umum yang terintegrasi.
Baca juga : Bank Jakarta Gandeng APKLI Perjuangan Majukan UMKM dan PKL
Melalui kerja sama ini, diyakini akan mendapatkan manfaat secara langsung. Stasiun LRT yang terhubung langsung dengan Summarecon Mall akan membuat pengunjung lebih nyaman dan aman.
"Saya yakin dengan demikian aktivitas orang untuk ke Summarecon Mall ini akan semakin gampang. Dan apalagi di tempat ini ini kan dibuat dihubungkan secara tertutup, sehingga dengan demikian orang pasti tidak keujangan, orang menjadi semakin nyaman, semakin mudah," kata Pramono.
Dia menambahkan, peningkatan kenyamanan tersebut akan berdampak pada naiknya volume penumpang LRT, sekaligus meningkatkan kunjungan ke pusat perbelanjaan.
"Mudah-mudahan ini akan meningkatkan, memberikan keuntungan bagi LRT sendiri, karena volumenya penumpangnya naik, dan kepada Summarecon dengan penumpangnya naik, pasti orang yang belanja di Summarecon akan juga naik," tuturnya.
Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi menyambut kerja sama ini sebagai langkah nyata mendukung program pemerintah dalam pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan.
"Kerja sama naming rights yang dilakukan Summarecon menjadi bukti bahwa Summarecon terus konsisten mendukung program pemerintah, khususnya bagi pengembangan kota Jakarta yang semakin berorientasi kepada transportasi publik," ujar Adrianto.
Baca juga : Koedapan Nusantara Kemas Jajanan Pasar Tradisional Jadi Kekinian
Dia juga menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga sebagai bentuk edukasi publik untuk mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Kolaborasi ini akan menjadi sebuah kerja sama yang saling menguntungkan antara pengembang dan operator transportasi publik, dimana kami harap pengunjung bisa memaksimalkan penggunaan transportasi publik yang aman dan nyaman," jelasnya.
"Hal ini juga sekaligus menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat untuk bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak positif pada berkurangnya kemacetan," tutup Adrianto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya