Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
3 Taman Disatukan Jadi Taman Bendera Pusaka
Pedagang Minta Relokasi Ditunda Setelah Idul Fitri
Senin, 4 Agustus 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Pemprov DKI berkomitmen, penataan kawasan kota dan proses relokasi pedagang Pasar Barito mempertimbangkan aspek keadilan sosial. Penataan ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi ruang terbuka hijau dan taman kota, demi meningkatkan kualitas lingkungan hidup warga Jakarta.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan telah menetapkan jadwal relokasi pedagang lokasi sementara (Loksem) pada 3 Agustus 2025. Relokasi dilakukan untuk mendukung penataan taman di lokasi tersebut.
Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar menyatakan, pihaknya siap mendukung penuh proses relokasi, termasuk menyiapkan kendaraan angkut bagi para pedagang.
Baca juga : Brisia Jodie, Grogi Dirangkul Jonathan Alden
Para pedagang juga diberikan kebebasan untuk memilih lokasi usaha sementara, baik di wilayah Jakarta Selatan maupun di wilayah lain, agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.
“Penataan kawasan ini dilakukan dengan pendekatan dialogis dan kolaboratif, agar tidak mematikan sumber penghidupan warga,” kata Anwar, Jumat (1/8/2025).
Menurut Anwar, sejak beberapa hari terakhir, sudah banyak pedagang yang pindah secara mandiri ke pasar tujuan masing-masing.
Baca juga : Hasto Hadiri Kongres Bali, Lembong Diam Di Rumah
Jika lokasi ini sudah benar-benar kosong, kewenangan sepenuhnya akan berada di tangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI untuk ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Fajar Sauri mengatakan, anggaran proyek revitalisasi Pasar Barito sekitar Rp 50 miliar. Namun, tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan berasal dari kontribusi pengembang lewat mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Fajar menyampaikan, penataan ini bertujuan memperluas dan mengintegrasikan ruang terbuka hijau untuk masyarakat urban.
Baca juga : Mega Resmi Ketum Merangkap Sekjen
Penggabungan tiga taman ini, dilakukan dengan cara membangun infrastruktur penghubung, seperti jembatan dan terowongan, agar tetap ramah pejalan kaki dan mendukung gaya hidup sehat warga kota. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya