Dark/Light Mode

Hadapi Anomali Cuaca, Gubernur Pramono Yakin Banjir Di Jakarta Cepat Surut

Selasa, 5 Agustus 2025 21:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 16 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur masih terendam banjir pada Selasa (5/8/2025) pagi. Banjir ini terjadi akibat luapan Kali Ciliwung setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa banjir tidak berlangsung lama dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Dia menyatakan, banjir kali ini cepat surut berkat sejumlah infrastruktur pengendali banjir yang telah dipersiapkan.

"Kemarin memang kami memantau dibandingkan dengan daerah lain, bukan apa-apa. Karena Jakarta tidak begitu lama kemudian sudah langsung surut. Karena apa? Pompa kita persiapkan, kemudian juga danau-danaunya kita inikan, situ-situnya kita keruk terus-menerus,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).

Pramono menegaskan pentingnya normalisasi Kali Ciliwung sebagai langkah utama dalam menangani banjir jangka menengah. Dia menyebut, sungai ini memberikan kontribusi terbesar terhadap banjir yang melanda ibu kota.

“Bahwa, kenapa Ciliwung? Karena Ciliwung itu memberikan kontribusi 40 persen dari banjir di Jakarta,” tegasnya.

Baca juga : Gubernur Pramono: Prasetio Edi Kredibel Jadi Ketua Dewas PAM Jaya

Dia juga memastikan, proses normalisasi Kali Ciliwung akan segera dilanjutkan. Tanda tangan pengesahan penlok (penetapan lokasi) sudah dilakukan, dan dalam waktu dekat akan dimulai proses pembebasan lahan di lapangan.

“Jadi, untuk normalisasi sungai, terutama Ciliwung, seperti yang sudah saya sampaikan berulang kali, penlok-nya sebenarnya sudah saya tandatangani," jelas Pramono.

"Sekarang di lapangan sebentar lagi pasti mulai ada pembebasan lahan dan sebagainya-sebagainya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa banjir kali ini tak hanya disebabkan oleh curah hujan di Jakarta, tetapi juga karena intensitas hujan tinggi di wilayah penyangga yang dilintasi aliran sungai besar seperti Kali Ciliwung dan Kali Sunter.

“Lalu yang kedua, beberapa waktu belakangan kan hujan melanda Jakarta, tapi kan juga nggak cuma Jakarta, tapi daerah penyangga lainnya. Nah, itu sempat dilanda banjir daerah-daerah yang dialiri sungai seperti Kali Ciliwung dan Kali Sunter,” jelasnya.

Baca juga : Buka 2 Event Olah Raga, Gubernur Pramono: Jakarta Serius Cetak Atlet Berprestasi

Meski demikian, dia kembali menegaskan, kondisi Jakarta lebih cepat pulih dibandingkan dengan daerah lain berkat sistem pengendalian banjir yang sudah berjalan, mulai dari pompa, pengerukan situ, dan normalisasi aliran sungai.

“Alirannya sekarang relatif banyak yang tidak tersumbat. Sehingga dengan demikian dalam waktu singkat sudah surut,” katanya.

Untuk ke depannya, Pemprov DKI Jakarta akan fokus pada penanganan banjir secara jangka menengah dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya banjir besar akibat luapan sungai.

“Seperti yang kami sampaikan, untuk penanganan banjir di Jakarta ini, saya lagi konsentrasi untuk penanganan yang jangka menengah. Maka untuk itu normalisasi Ciliwung menjadi hal yang utama,” tutup Pramono.

Sebelumnya,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir terjadi akibat luapan Kali Ciliwung menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada hari sebelumnya.

Baca juga : Gubernur Kalteng: Silakan Tanya Ke Saya

Menurut BPBD DKI Jakarta, banjir disebabkan oleh hujan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin sore (4/8/2025), yang menyebabkan kenaikan status Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 pada pukul 16.30 WIB. Akibatnya, air meluap dari Kali Ciliwung dan menggenangi sejumlah permukiman warga di Jakarta Timur.

BPBD mencatat genangan air terjadi di 12 RT yang tersebar di empat kelurahan di Jakarta Timur. Berikut rinciannya:
* Kelurahan Bidara Cina: 2 RT
    * Ketinggian air: 35 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT
    * Ketinggian air: 40 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Cawang: 3 RT
    * Ketinggian air: 30 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Cililitan: 3 RT
    * Ketinggian air: 60 cm (tertinggi)
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.