Dark/Light Mode

Serentak Perbaiki Fasilitas Umum Di Ibu Kota

ASN, Driver Ojol Hingga Pelajar Gotong Royong

Selasa, 2 September 2025 06:25 WIB
Pekerja memperbaiki Halte Transjakarta di Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (31/8/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Pekerja memperbaiki Halte Transjakarta di Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (31/8/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Sebab, tambah Wagub, pem­bangunan kembali fasilitas pub­lik seperti halte Transjakarta, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas masyara­kat selama masa pemulihan, Pemprov Jakarta menggratiskan layanan Transjakarta dan mass rapid transit (MRT) selama satu minggu ke depan. “Tapi, naik ojol tetap harus bayar,” canda Rano.

Wagub pun meminta jajaran Pemprov DKI tidak terlalu me­mikirkan biaya untuk mengatasi akibat kerusuhan ini. “Saya bi­lang kepada Pak Sekda, jangan terlalu menghitung biaya. Yang harus kita hitung adalah kenya­manan masyarakat Jakarta,” tuturnya.

Baca juga : Di KPK, Yaqut Dicecar Lagi Selama Tujuh Jam

Mengakhiri keterangannya, Rano mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga Jakarta, demi kenyamanan ber­sama. “Mari gotong royong jaga Jakarta, kampung kita. Jangan sampai kerja keras kita selama ini sia-sia,” ingatnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.150 petugas kebersihan dikerah­kan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, sejak Jumat (29/8/2025), untuk membersih­kan ibu kota, setelah kerusuhan akhir Agustus 2025.

“Alhamdulillah, operasi ke­bersihan telah berjalan. Kami berupaya memastikan, Jakarta kembali pulih dan bersih setelah unjuk rasa itu,” ujar Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto, dalam keterangan resminya, Sabtu (30/8/2025).

Baca juga : Dikalahkan Liverpool, Arsenal Malah Bangga

DLH mengerahkan peralatan lengkap, mulai dari 48 unit road sweeper, 60 truk pengangkut sampah, hingga 45 mobil lin­tas untuk mempercepat proses pembersihan.

Sampah terbanyak di Jakarta Pusat. Sebanyak 200 personel yang menggunakan berbagai alat, mengangkut 230 meter kubik sampah, dengan berat total sekitar 50,61 ton.

Di Jakarta Utara, DLH mengerahkan 50 petugas, dua road sweeper, empat truk, dan dua pick up. Di Jakarta Barat, 100 petugas, 10 road sweeper dan lima truk. Di Jakarta Selatan, 100 petugas, 10 road sweeper, tiga truk dan 10 mobil lintas. Di Jakarta Timur, 200 petugas, 8 road sweeper, 10 truk dan lima mobil lintas.

Baca juga : Gagal Raih Emas Di Kejuaraan Dunia, PBSI Evaluasi Pemain Senior

Dukungan terbesar datang dari Unit Penanganan Sam­pah Badan Air (UPSBA) yang menurunkan 500 petu­gas, 25 truk, 10 mobil lintas dan satu crane berkapasitas 80 ton, sehingga, total ada 1.150 petugas. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.