Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Stop Panic Buying! Stok Beras Di Jakarta Cukup Sampai Dua Bulan Kedepan
Rabu, 3 September 2025 13:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kelangkaan beras premium di sejumlah wilayah DKI Jakarta, khususnya di toko swalayan kecil dan minimarket, menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai, penyebab utama kelangkaan adalah karena adanya aksi panic buying dan penimbunan oleh sebagian masyarakat.
“Kemarin ada panic buying lah. Ada orang kemudian menimbun. Dan saya minta sekarang segera dinormalkan kembali,” ujar Gubernur Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Baca juga : Masyarakat Jangan Panik Berbelanja, Stok Pangan Di Jakarta Cukup Untuk Dua Bulan
Dia menyoroti perilaku konsumen yang panik dan membeli beras dalam jumlah besar sebagai salah satu penyebab kelangkaan.
Menurut Pramono, stok pangan secara umum untuk Jakarta sebenarnya masih mencukupi, terutama untuk jenis beras non-premium yang lebih umum dikonsumsi masyarakat.
“Yang pertama sebenarnya untuk pangan Jakarta, terutama untuk masyarakat yang umumnya bukan beras premium, itu sampai dengan akhir bulan Oktober tersedia,” katanya.
Baca juga : Stok Pangan Jakarta Banyak, Cukup Sampai Akhir Oktober 2025
Namun, untuk jenis beras premium, pasokannya menjadi terganggu karena permintaan yang tiba-tiba melonjak tinggi akibat kekhawatiran masyarakat yang berlebihan.
“Bahwa kemudian dalam pantauan ada yang kemudian kelangkaan beras-beras premium, ini (kelangkaan beras) memang sekarang sedang kita tangani,” tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok memastikan stok beras dan pangan lainnya, seperti daging sapi, daging ayam dan telur di Jakarta aman hingga Oktober 2025.
Baca juga : Gedung Gegana Di Jakarta Pusat Terbakar, Diduga Ulah Oknum Iseng
Dia merinci ketersediaan beras sebanyak 303.297 ton, atau melampaui kebutuhan, yakni 156.745 ton. Kemudian, stok daging sapi mencapai 40.418 ton, melebihi kebutuhan, yakni 11.999 ton.
Begitu pula dengan stok daging ayam yang mencapai 74.940 ton, sementara kebutuhan hanya 30.176 ton.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya