Dark/Light Mode

Pasca Maraknya Kemasan Oplosan

Beras Premium Mahal, Warga Pilih Yang Medium

Minggu, 28 September 2025 06:25 WIB
Pedagang menyusun beras di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/8/2025). (Foto: Kharizal Anwar/Rakyat Merdeka/rm.id)
Pedagang menyusun beras di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/8/2025). (Foto: Kharizal Anwar/Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menjelaskan, kenaikan harga beras premium dipicu gangguan distribusi, setelah maraknya kasus beras oplosan. 

“Kenaikan harga beras premium disebabkan aktivitas distribusi beras masih dalam proses pemulihan, setelah maraknya kasus beras oplosan,” jelas Hasudungan melalui keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025). 

Dari hasil pemantauan yang dilakukan Dinas KPKP Jakarta, pada pekan ketiga September 2025, terjadi kenaikan harga antar-pekan pada komoditas pangan seperti hortikultura, peternakan dan beras. 

Baca juga : Anulir Vonis Lepas, MA Nyatakan 3 Korporasi Korupsi Ekspor CPO Migor

Kenaikan harga pada komoditas hortikultura, lanjut Hasudungan, disebabkan terganggunya produksi akibat kondisi cuaca. 

Meski harga beras premium sempat melonjak, menurutnya, pasokan beras dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) perlahan mulai stabil di pasar ritel modern. 

Untuk mengatasi situasi ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan. 

Baca juga : AC Milan Vs Napoli, Peluang Sundul Puncak Klasemen

“Melaksanakan pemantauan rutin terkait perkembangan harga dan ketersediaan pangan di pasar tradisional maupun retail modern, sebagai salah satu bentuk early warning system,” ujar Hasudungan. 

Lebih lanjut, Pemprov juga menggelar program bantuan pangan murah bagi masyarakat tertentu. “Paket bahan pangan beras, daging ayam, telur ayam, daging sapi, ikan kembung dan susu UHT dengan harga hanya Rp 126.000 per paket,” katanya. 

Pihaknya juga mendorong Pasar Jaya memperluas distribusi beras medium melalui gerai pangan, serta mengembangkan pertanian perkotaan, guna menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah. 

Baca juga : Korea Open 2025, Jojo Dan Fajar/Fikri Masuk Partai Puncak

Upaya lain yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran BUMD, seperti Perumda Pasar Jaya untuk mendistribusikan beras medium. “Melalui geraigerai pangannya di daratan maupun di kepulauan,” tandasnya. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.