Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Retnowati Sibarani sengaja datang dari Cibubur, Jakarta Timur ke Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan untuk menjajal fasilitas parkir bagi kalangan difabel, Kamis (20/2). Menurutnya, kehadiran dia dan teman-teman sesama penyandang difabel perlu untuk mengkampanyekan pentingnya fasilitas ini.
Menuju ke lokasi, Retno diantar oleh suami dan anak bungsunya dengan kendaraan online. Selain itu, hadir juga tiga orang temannya dengan sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan sidecar untuk mengangkut kursi roda. “Saya ajak teman saya yang tinggal di wisma daerah dapur susu untuk menghadiri dibukanya fasilitas parkir khusus ini,” kata Retno kepada Rakyat Merdeka, Kamis (20/2).
Sebetulnya, dia tidak mau bepergian dengan MRT, tapi acara hari itu dia anggap penting untuk mengkampanyekan fasilitas publik yang ramah bagi kalangan difabel. Apalagi, saat ini baru tersedia satu tempat parkir khusus disabilitas di sekitar stasiun MRT. “Saya bersyukur fasilitas yang disediakan MRT bekerja sama dengan Gereja Kristen Jawa ini nyaman bagi kalangan difabel. Mudah diakses dan tidak membahayakan,” jelasnya.
Fasilitas itu terletak di dekat pintu masuk MRT sebelah barat. Persis di depan Gereja Kristen Jawa. Lahan parkir tersebut berlantai cor beton dengan gambar kursi ruda bercat biru. Retno bertutur selama ini kalangan difabel jarang dilibatkan dalam merancang bangun fasilitas. Padahal, mereka adalah pengguna. Seringkali fasilitas itu dibongkar pasang.
Baca juga : AP II Siagakan Posko Pantau Virus Corona Di Bandara Seotta
Dia mencontohkan, trotoar di sekitaran Thamrin-Sudirman. Belum lama ini ada yang dibongkar lantaran ramp terlalu curam sehingga sulit untuk dinaiki oleh pengguna kursi roda.
“Kami berharap dilibatkan dalam setiap merancang fasilitas untuk kalangan difabel. Sebab, pemerintah tidak memiliki standar baku yang nyaman dalam membangun fasilitas itu,” tegasnya.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi menjelaskan, lokasi parkir ini terletak di samping eskalator Exit C stasiun di depan Gereja GKJ Nehemia.
Area parkir khusus tersebut dapat menampung hingga 5 hingga enam kendaraan motor khusus dan dijaga oleh petugas keamanan yang ditempatkan di setiap pintu masuk (entrance) stasiun. Dari area parkir ini, pengguna kursi roda dapat melanjutkan perjalanan menuju elevator yang berjarak sekitar 70 meter. Petugas akan sigap membantu.
Baca juga : Demak Siap Amankan Pasokan Bawang dan Cabe Ibu Kota
Effendi menyampaikan apresiasinya kepada pihak Gereja Nehemia yang telah bekerja sama dalam penyediaan lahan parkir tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak GKJ Nehemia yang menyediakan lahannya untuk dijadikan area parkir khusus kendaraan pengguna kursi roda,” ujarnya.
Untuk saat ini, area parkir khusus seperti ini baru disediakan di Stasiun Lebak Bulus Grab. Ke depannya pihaknya akan mengupayakan agar di setiap stasiun memiliki area parkir khusus seperti ini dan tak dipungut biaya.
Effendi memastikan, kehadiran MRT Jakarta sebagai alat transportasi umum dibuat seramah mungkin untuk penyandang disabilitas. Hanya saja, pengguna MRT belum benar-benar memahami setiap fasilitas yang disediakan, dan sering menyalahgunakan fasilitas prioritas untuk penyandang disabilitas.
“Kita sudah sampaikan lift itu ditujukan untuk prioritas, namun kenyataaannya masih ada saja anak-anak muda yang menggunakan lift, dan lagi saat ada antrean di belakang yang biasanya prioritas seperti teman-teman disabilitas, atau pun lansia,” herannya.
Baca juga : Jokowi Perintahkan Para Dubes Jadi Duta Investasi
MRT Jakarta terus mensosialisasikan pemahaman penggunaan fasilitas prioritas ini pada masyarakat yang umumnya masih sering menyalahgunakan fasilitas prioritas MRT demi memaksimalkan kenyamanan fasilitas bagi penyandang disabilitas.
“Ini yang sedang kita galakkan. Pendekatannya bukan aturan, tapi kita coba lebih ke pendekatan edukasi jadi kesa¬daran orang punya akses untuk semua kalangan dan fasilitas yang kita sediakan memang ditujukan untuk aturannya,” pungkasnya. [MRA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya