Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Warga Diimbau Jaga Kesehatan Dan Imunitas
Cuaca Lagi Pancaroba, Waspada Virus Super Flu
Senin, 12 Januari 2026 06:30 WIB
Sebelumnya
Rano juga berharap, pihak otoritas bandar udara mampu melakukan pengawasan. Sehingga, wabah itu bisa ditangkal dan tidak menyebar ke masyarakat luas.
Selain antisipasi penyebaran virus Super Flu, Rano juga mengingatkan pentingnya penanganan TBC. “Jakarta saat ini termasuk delapan provinsi yang masuk kategori penyebaran TBC cukup tinggi. Ini menjadi perhatian Presiden untuk pemberantasan TBC,” kata Rano, Senin (5/1/2026).
Menurut Dinkes DKI, hingga kini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayah Ibu Kota. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan, mengingat tingginya mobilitas warga usai libur Natal dan Tahun Baru serta masuknya musim hujan.
Baca juga : China Kucurkan 36 Triliun Garap 16 Proyek Strategis
Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati menjelaskan, Super Flu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Penyakit ini disebut Super Flu karena tingkat penyebarannya yang relatif lebih cepat.
“Virus ini mulai meningkat aktivitas penularannya sejak Agustus 2025 di seluruh dunia. Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO, tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit,” kata Ani, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 1 Januari 2026, Super Flu diketahui telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025. Kini, Super Flu terdeteksi di delapan provinsi, yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. “Saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Ani.
Baca juga : PLN Salurkan 1.000 Genset Ke Wilayah Aceh Terisolasi
Meski belum ada kasus, ada potensi penularan. Karena itu, Dinkes DKI mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap risiko ISPA.
Sebagai antisipasi, Pemprov DKI terus menjalankan pemantauan dini melalui sistem surveilans di fasilitas kesehatan, untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di Jakarta. Selain itu, seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta telah diinformasikan mengenai kewaspadaan terhadap Super Flu, termasuk pengenalan gejala dan penguatan langkah promotif serta preventif.
Masyarakat disarankan untuk sering mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker jika sedang sakit, menerapkan etika batuk, menghindari menyentuh wajah, mengkonsumsi asupan nutrisi seimbang, istirahat cukup, olahraga teratur, dan segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan berlanjut. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya