Dark/Light Mode

Pramono Ancam Beri Sanksi Tegas Pembuang Sampah Ke Kali

Senin, 26 Januari 2026 15:54 WIB
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memilah sampah organik dan anorganik dari truk pengangkut sampah di kawasan Waduk Setiabudi Barat, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM)
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memilah sampah organik dan anorganik dari truk pengangkut sampah di kawasan Waduk Setiabudi Barat, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tata ruang di Jakarta saat ini sudah sangat sulit diubah sebagai upaya penanggulangan banjir, terutama di kawasan permukiman yang berada di dataran rendah dan sekitar aliran sungai. 

“Yang jadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruang yang sudah padat ini, kemudian masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan,” kata Pramono setelah meninjau pengerukan Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).

Dalam kunjungannya ke wilayah Jakarta Barat, Pramono mengaku masih menemukan tumpukan sampah di sekitar permukiman warga yang terdampak banjir. 

Baca juga : Pramono Klaim Banjir Di Jakarta Cepat Surut Dibanding Kota Tetangga

“Saya secara khusus sudah meminta kepada Ibu Walikota untuk apa, di disampaikan kepada warga, kalau perlu dibuat aturan, peraturan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat seperti ini,” tegasnya.

Pramono memperingatkan, kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat mengganggu fungsi infrastruktur pengendalian banjir yang selama ini dikelola Pemprov DKI Jakarta.

“Sebab kalau ini pembuangan sampahnya masih dilakukan, maka akan mengganggu Cengkareng Drain dan juga akan mengganggu pintu-pintu yang selama ini kita kelola,” kata Pramono.

Baca juga : Pramono Berjibaku Surutkan Banjir Jakarta

Lebih lanjut, Wali Kota Jakarta Barat mengatakan kegiatan kerja bakti dilakukan secara intensif dan menghasilkan volume sampah yang sangat besar. Sampah-sampah tersebut diangkut secara bertahap menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Memang ketika hari Sabtu sudah lokasi surut untuk di wilayah Jakarta Barat, kami bersama tim untuk gerak cepat memonitor kondisi sampah yang ada pasca banjir,” kata Iin.

Iin Mutmainnah menyampaikan sebanyak 20 truk sampah sudah diangkut ke tempat pembuangan sampah (TPS) Bantargebang Bekasi. Sampah tersebut terkumpul pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca juga : 2 Rekrutan Anyar Persija Mulai Tunjukkan Peran

"Kemarin pada saat hari Minggu itu sudah 20 truk sampah yang kita bawa. Jadi tumpukan yang mungkin teman-teman lihat itu memang yang dalam proses kami akan angkut ke Bantargebang,” pungkas Iin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.