Dark/Light Mode

Minimalisir Banjir

Nyok, Hentikan Buang Sampah Sembarangan

Kamis, 29 Januari 2026 06:25 WIB
Sampah tersangkut di pohon, tepi Sungai Pesanggrahan, Tangerang Selatan. (Foto: Daud Fadillah/RM)
Sampah tersangkut di pohon, tepi Sungai Pesanggrahan, Tangerang Selatan. (Foto: Daud Fadillah/RM)

 Sebelumnya 
Menurutnya, penanganan ini menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan sampah di badan air, sejak titik perbatasan kota. “Dengan demikian, penanganan sampah pada musim hujan, dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan,” ucap Asep. 

Selain mengoperasikan SSTBS, Dinas LH DKI menerapkan pola penanganan khusus selama musim hujan, dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Ba dan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir. 

Upaya tersebut diperkuat dengan optimalisasi 29 unit sari ngan sampah otomatis, serta dukungan sarana pendukung berupa kubus apung, bus toilet, tangki air dan toilet portable

“Kami juga menyiagakan 1.790 pasukan oranye Dinas LH, yang didukung sarana dan prasarana berupa 101 unit truk sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, dan 48 toilet portable, serta ribuan peralatan kerja seperti cangkrang, cangkul, sapu, dan plastik sampah,” urainya. 

Baca juga : Como Melesat Di Italia

Dinas LH DKI berkomitmen melakukan penanganan sampah secara cepat, terintegrasi, dan terkoordinasi, guna mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir. 

Tapi, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam menekan risiko banjir. “Dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya, masyarakat turut berperan menjaga lingkungan, sekaligus bersama-sama mengurangi risiko banjir di Jakarta,” tutur Asep. 

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Yuke Yurike menyatakan, penanganan sampah juga menjadi perhatian utama jajarannya karena berkaitan langsung dengan persoalan lingkungan, khususnya banjir. 

Menurut Yuke, perlu pengelolaan sampah yang menyeluruh. “Setelah banjir, sampah juga menjadi persoalan, sehingga penanganannya harus dilakukan dari hulu, tengah, sampai hilir,” kata Yuke, Minggu (25/1/2026). 

Baca juga : Thailand Masters 2026, 3 Ganda Indonesia Tembus 16 Besar

Yuke menekankan, pentingnya perencanaan dan penganggaran yang tepat, agar kebija kan pengelolaan sampah tepat sasaran. 

Selain itu, menurutnya, edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan timbulan sampah, sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. 

Dia juga meminta agar bank sampah dan komunitas yang aktif, didukung dan diapresiasi, agar menjadi contoh bagi wilayah lain. 

“Kami juga ingin tahu efektivitasnya seperti apa. Apakah benar sampah berkurang dan masyarakat lebih paham memilah sampah. Data ini penting sebagai dasar evaluasi,” ujar politisi PDI Perjuangan ini. 

Baca juga : Tengku Dewi, Berat Menjadi Single Parent

Lebih lanjut, Yuke mendorong evaluasi Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020, serta penegakan sanksi dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah, agar memberikan efek jera dan meningkatkan kepatuhan masyarakat. “Sanksinya juga harus lebih ditegakkan,” tegasnya. [DAF/DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.