Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Banjir Rendam Jakarta Timur, Pramono: Aliran Air Terpaksa Dibuka ke Wilayah Baru
Jumat, 30 Januari 2026 14:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Jakarta hingga Jumat (30/1/2026) pagi setelah hujan deras mengguyur ibu kota selama berjam-jam sejak Kamis (29/1/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur melaporkan kawasan bantaran Kali Ciliwung menjadi wilayah yang terdampak paling parah akibat luapan air sungai.
Luapan Kali Ciliwung akibat hujan lokal menyebabkan banjir di 38 RT di wilayah Jakarta Timur.
Baca juga : Tinjau Bantaran Ciliwung, Pramono Pastikan Normalisasi Bakal Dilanjutkan
Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga tiga meter, bahkan di beberapa titik seperti Bidara Cina, Jakarta Timur, genangan air menembus 3,5 meter.
“Jadi yang paling utama karena ini Katulampa dari kemarin 15 jam yang lalu sudah Siaga 3, kami sudah di Jakarta mempersiapkan diri untuk itu," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Cilincing, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).
Selain Katulampa, ketinggian air di Pintu Air Manggarai juga mengalami peningkatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terpaksa membuka aliran air ke sejumlah daerah yang sebelumnya tidak dialiri.
Baca juga : Cek Endra Dorong Penegakan Lingkungan Terintegrasi di Wilayah Rawan Bencana
“Dan tadi memang Manggarai juga sudah mengalami kenaikan dan sekarang ini mau tidak mau beberapa daerah yang selama ini tidak tersentuh harus dibuka aliran airnya supaya airnya bisa turun ke laut," jelas Pramono.
Pembukaan aliran air tersebut telah dilakukan sejak dua jam sebelum pernyataan disampaikan.
“Dan mudah-mudahan ini akan mengurangi tekanan yang ada di sepanjang Sungai Ciliwung yang sekarang ini memang mengalami kenaikan," katanya.
Baca juga : Guru Besar UIN Jakarta: Pidato Prabowo Di WEF Tegaskan Arah Baru Kepemimpinan
Ia menambahkan bahwa secara infrastruktur, Sungai Ciliwung sebenarnya telah memiliki sistem aliran dan pintu air yang cukup baik. Namun, kondisi pasang air laut yang masih tinggi menjadi salah satu faktor yang menghambat laju air untuk mengalir ke laut.
“Hanya memang sekarang ini karena permukaan air lautnya juga relatif masih tinggi, sehingga dengan demikian air yang dari Katulampa, dari sekarang mulai jam 09.10 pagi tadi masuk, sekarang ini pelan-pelan mulai kita apa dorong untuk ke laut," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya