Dark/Light Mode

Guru Besar UIN Jakarta: Pidato Prabowo Di WEF Tegaskan Arah Baru Kepemimpinan

Senin, 26 Januari 2026 11:29 WIB
Guru Besar UIN Jakarta: Pidato Prabowo Di WEF Tegaskan Arah Baru Kepemimpinan

RM.id  Rakyat Merdeka - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Achmad Tjachja Nugraha menilai pidato Presiden Prabowo Subianto pada World Economic Forum (WEF) 2026 sebagai penegasan arah baru kepemimpinan Indonesia yang menempatkan stabilitas, keadilan hukum, dan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Prof. Achmad, penekanan Presiden Prabowo terhadap perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat kemakmuran mencerminkan kesadaran historis dan geopolitik yang matang di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

“Dalam konteks global yang sarat konflik, pesan Indonesia yang mengedepankan persatuan, kolaborasi, dan perdamaian menjadi sangat relevan dan kredibel,” katanya di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia menilai pernyataan Presiden yang menyebut Indonesia sebagai global bright spot bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan ditopang oleh indikator makroekonomi yang solid, seperti pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, inflasi yang rendah, serta defisit fiskal yang terkendali.

Baca juga : Gabung Dewan Perdamaian, Prabowo Seirama Dengan Trump

“Presiden menekankan bahwa pengakuan internasional harus lahir dari bukti, bukan optimisme kosong. Ini penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang,” ujar Prof. Achmad.

Terkait pembentukan Danantara Indonesia, ia memandang langkah tersebut sebagai strategi untuk mengonsolidasikan peran negara dalam pengelolaan modal nasional. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kekuatan utama sovereign wealth fund tidak hanya terletak pada besaran aset, tetapi pada integritas tata kelola, transparansi, dan pengawasan publik.

“Jika prinsip good governance dijaga, Danantara berpotensi menjadi instrumen kedaulatan ekonomi, bukan sekadar lembaga investasi,” tegasnya.

Prof. Achmad juga menyoroti keberanian Presiden Prabowo dalam menyampaikan agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi secara terbuka di forum global. Menurutnya, hal tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak akan bertumpu pada praktik rente dan ekonomi keserakahan.

Baca juga : Top, Bank Jakarta Dinobatkan Juara Emas Kepuasan Nasabah 2026

“Penegasan tidak ada kompromi terhadap korupsi merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkeadilan,” katanya.

Dalam aspek kebijakan sosial, ia menilai program Makan Bergizi Gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta investasi pada sektor pendidikan dan digitalisasi sekolah sebagai pendekatan pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada kualitas sumber daya manusia.

“Presiden menghubungkan kebijakan sosial dengan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Ini sejalan dengan teori pembangunan modern yang menempatkan manusia sebagai faktor utama kemajuan bangsa,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Prof. Achmad menyimpulkan pidato Presiden Prabowo di Davos tidak hanya menyampaikan optimisme, tetapi juga memuat komitmen moral dan institusional. Tantangan ke depan, menurutnya, terletak pada konsistensi implementasi kebijakan di tingkat birokrasi dan penegakan hukum.

Baca juga : Bamsoet: Pidato Prabowo di WEF Pertegas Indonesia Stabil dan Kredibel di Mata Dunia

“Jika konsistensi tersebut terjaga, Indonesia berpeluang besar mewujudkan pertumbuhan yang kuat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.