Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia dalam menyelenggarakan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 yang berlangsung di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Ia berharap festival ini dapat menjadi program unggulan dalam pengembangan industri film di Jakarta.
“Selama puluhan tahun saya berkecimpung di dunia film, belum ada perbankan yang secara serius membiayai industri ini karena dianggap berisiko tinggi. Padahal, kekuatan utama industri kreatif adalah kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang memiliki nilai sangat besar,” ujarnya.
Mengusung tema “Jakarta Kota Kita”, JYFF 2026 diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya karya kreatif berbasis perspektif lokal sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan kreatif.
Baca juga : Peruri Dorong Penggunaan e-Meterai Lewat Distributor Resmi
Rangkaian kegiatan JYFF 2026 juga mencakup kompetisi film “Lensa Kompetisi” bagi pelajar dan mahasiswa, serta program pendanaan dan inkubasi melalui Jakarta Film Fund for Student. Karya-karya terbaik akan ditampilkan dalam Jakarta Film Week 2026.
“Kami masih memiliki dana insentif pajak tontonan sekitar Rp84 miliar yang akan dikembalikan kepada produser untuk mendorong produksi film. Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai kota sinema. Dengan dukungan fiskal yang ada, saya yakin hal tersebut dapat terwujud,” jelasnya.
Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026.
Baca juga : Kemenperin Perkuat Basis Data Industri Nasional Lewat SIINas
Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan pemerintah dan otoritas moneter terhadap pengembangan industri kreatif, khususnya perfilman di ibu kota.
Dalam upaya membangun ekosistem perfilman yang inklusif, kegiatan ini menghadirkan pemutaran film pendek serta talkshow interaktif bersama sineas nasional Riri Riza dan aktris Prilly Latuconsina. Kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi dan pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa untuk terlibat aktif di industri kreatif.
Dalam sambutannya, Iwan Setiawan menyampaikan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru yang menunjukkan kinerja positif, dengan pertumbuhan mencapai 9,42% (yoy) pada Semester I 2025.
Baca juga : Beniyanto Dorong Penguatan Tata Kelola Industri Nikel Morowali
Dengan komposisi penduduk Jakarta yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z (50,5 % ), generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerakekonomi berbasis kreativitas dan inovasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya