Dark/Light Mode

OSO Buka Bimteknas DPRD, Singa Logo Baru Hanura

Senin, 4 Mei 2026 07:30 WIB
Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO) saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) anggota DPRD Fraksi Hanura di Novotel Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (1/4/2026). (Foto: Dok. Partai Hanura)
Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO) saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) anggota DPRD Fraksi Hanura di Novotel Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (1/4/2026). (Foto: Dok. Partai Hanura)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO) membuka Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi Hanura di Novotel Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (1/4/2026) malam. Dalam acara tersebut, OSO perkenalkan logo baru Hanura berupa singa. 

Logo baru Partai Hanura. (Foto: Dok. Partai Hanura)

Acara Bimteknas ini diikuti 525 anggota DPRD Hanura se-Indonesia. Menko bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra yang hadir mewakili Pemerintah, membuka kegiatan tersebut dengan pemukulan gong yang didampingi OSO. 

Dalam sambutannya, OSO memompa semangat kadernya di legislatif daerah agar lebih berani dan berkualitas dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak semata ditentukan oleh jumlah anggota dewan, melainkan kualitas dan keberanian dalam menjalankan tugas. 

"Mulai detik ini saudara harus berkualitas, harus berani. Berani menegakkan keadilan, berani menetapkan kejujuran, dan berani mengoreksi jalannya pemerintahan daerah untuk kemakmuran masyarakat,” ujarnya. 

Baca juga : Zulhas Urai Kerumitan Regulasi, Pengolahan Sampah Jadi Listrik Dikebut

Ketua DPD RI periode 2017–2019 itu juga mengkritisi masih adanya anggota dewan yang dinilai belum optimal menjalankan fungsi representasi. Menurutnya, banyak anggota dewan, tapi tidak banyak berkontribusi dalam tugasnya. 

"Bahkan, tidak mampu mengeluarkan inspirasi dari hati nuraninya,” sindirnya. 

Kondisi tersebut, lanjut OSO, jadi alasan Hanura melakukan perubahan arah dengan mengusung tagline baru yang menekankan keberpihakan kepada daerah. Ia menegaskan, setiap anggota dewan harus bertanggung jawab terhadap daerah pemilihan masing-masing. 

“Hanya saudara yang bisa membela daerah saudara. Tidak mungkin daerah lain membela daerah kita,” katanya. 

Ia menambahkan, keberpihakan tersebut harus diwujudkan melalui upaya nyata. Misalnya ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian masyarakat. 

Baca juga : Kartu Kendali Kursi Roda, Benteng Perlindungan Lansia Di Masjidil Haram

Selain itu, OSO memastikan bahwa perubahan logo partai menjadi singa telah disepakati dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Ia menyebut, simbol singa mencerminkan kepemimpinan yang kuat sekaligus perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan. 

“Singa itu raja dari segala binatang. Harapannya, hutan kita terlindung, daerah kita terlindung, masyarakat terlindung, hati nurani terlindung, dan bangsa ini menjadi satu kesatuan,” jelasnya. 

Dalam forum tersebut, OSO mengaku baru sebatas mengumumkan terkait perubahan logo partai. Peluncuran resmi logo baru Hanura, lanjutnya, akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Di kesempatan yang sama, pengamat politik Rocky Gerung menilai perubahan logo harus diiringi transformasi karakter dan budaya politik di internal partai. Menurut Rocky, simbol singa yang dikenal sebagai “raja hutan” mencerminkan kekuatan sekaligus kemampuan menjaga stabilitas dan perlindungan. 

“Kalau singa disebut sebagai raja hutan, itu artinya wilayahnya aman. Maka simbol ini memberi pesan ada kemampuan menjaga dan melindungi,” ujarnya. 

Baca juga : BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan: Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.211 triliun, Ekosistem Pemberdayaan Kian Luas

Ia juga menyoroti karakter singa sebagai hewan sosial yang hidup berkelompok dan saling menjaga. Hal ini sangat relevan untuk membangun solidaritas antar kader partai. 

“Singa itu kucing besar yang hidup bersama. Artinya, menjadi singa adalah membantu dan melindungi sesama. Ini harus menjadi watak dasar kader,” katanya. 

Rocky menambahkan, perubahan simbol harus diikuti perubahan mentalitas di tubuh partai. Tanpa kepercayaan dan soliditas internal, menurutnya, partai akan sulit berkembang. 

“Tidak mungkin partai tumbuh kalau di dalamnya justru saling mengintai. Itu harus diubah menjadi saling percaya dan saling menguatkan,” pungkasnya. 

Diketahui, sejak didirikan, logo Partai Hanura berbentuk empat persegi panjang dengan warna putih, merah dan putih yang mendatar posisinya. Pada bagian merahnya terdapat tulisan Hanura berwarna putih dengan ujung yang meruncing, berbentuk anak panah yang melesat maju dan menembus warna coklat tanah. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.