Dark/Light Mode

Pramono Minta Pelaku Vandalisme Kabel Lift JPO Lenteng Agung Ditindak Tegas

Rabu, 10 Juni 2026 12:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat menindak tegas pelaku vandalisme yang memotong kabel lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono sebagai respons atas aksi perusakan fasilitas umum yang terjadi di JPO Lenteng Agung. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk vandalisme yang merusak sarana publik.

"Siapa pun yang melakukan itu, saya minta untuk diambil tindakan dengan tegas. Dan kalau perlu, kalau memang dia pengguna transportasi umum misalnya, saya minta untuk di-blacklist untuk tidak bisa menggunakan transportasi umum yang ada di Jakarta," kata Pramono di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Pramono menilai sanksi tegas perlu diberikan sebagai bentuk efek jera bagi pelaku. Ia bahkan mengusulkan agar pelaku yang terbukti melakukan perusakan fasilitas publik tidak lagi diperbolehkan menggunakan layanan transportasi umum di Jakarta.

Baca juga : Bina Marga Pasang Pelat Besi dan Coldmix di Jalan Amblas di Lenteng Agung Jaksel

"Kalau memang dia pengguna transportasi umum misalnya, saya minta untuk di-blacklist untuk tidak bisa menggunakan transportasi umum yang ada di Jakarta," ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah proyek perbaikan JPO yang telah dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir, termasuk JPO di kawasan Senen yang baru diresmikan dan kini telah dimanfaatkan masyarakat.

"Termasuk kemarin 2-3 hari yang lalu ketika JPO yang ada di Senen kita resmikan, dan sekarang sudah berjalan dengan efektif, yang kita ubah menjadi Jaga Jakarta, ini menunjukkan bahwa Pemerintah Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh memperbaiki JPO-JPO yang ada," kata Pramono.

Selain memperbaiki JPO, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya menyediakan berbagai alternatif penyeberangan bagi masyarakat. Salah satunya adalah pengoperasian pelican cross yang sebelumnya sempat menjadi perdebatan publik.

Baca juga : Pramono Minta Pelaku Penjual Bansos Transportasi Umum Jakcard Ditindak Tegas

"Termasuk di depan Sarinah yang kemarin sempat menjadi polemik dan akhirnya kan JPO-nya tetap berjalan dengan baik, orang menggunakan apa, pelican cross-nya berjalan dengan baik," ujarnya.

Menurut Pramono, pemerintah memberikan kebebasan kepada warga untuk memilih fasilitas penyeberangan yang paling sesuai dan nyaman digunakan.

"Sehingga itulah yang kami tawarkan bahwa orang mempunyai kesempatan untuk memilih, apakah melalui JPO, menggunakan lift, atau menggunakan pelican cross," lanjutnya.

Tak hanya kasus di Lenteng Agung, Pramono juga menyoroti maraknya pencurian dan perusakan fasilitas publik lainnya, seperti penerangan jalan umum (PJU) dan komponen jembatan penyeberangan.

Baca juga : DPD II Minta DPP Ambil Keputusan, Musda Golkar Sulsel Belum Ada Titik Terang

"Kalau kemudian orang melakukan vandalisme, pencurian, dan sebagainya, saya akan meminta kepada dinas terkait, OPD terkait, orang yang seperti ini harus dikasih pelajaran. Supaya tidak semena-mena fasilitas publik itu dirusak oleh yang bersangkutan," tutur Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.