Dark/Light Mode

Bebaskan Trotoar Dari Ojol, Gubernur Minta Aplikator Sediakan Kantong Parkir

Jumat, 26 Juni 2026 06:25 WIB
Pengemudi Ojek Online menunggu kedatangan penumpang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Pengemudi Ojek Online menunggu kedatangan penumpang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Justin mengaku prihatin terhadap pengemudi ojol yang memohon kepada petugas DKI, agar motornya tidak diangkut, karena menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga. 

“Kasihan para pengemudi ojol. Mereka bukan sengaja ingin parkir liar, tetapi terpaksa karena harus mengambil pesanan pelanggan. Sementara, lokasi parkir resmi sering kali terlalu jauh dari restoran tempat mengambil orderan,” ujar Justin, Minggu (21/6/2026). 

Menurutnya, pengemudi ojol kerap kehilangan banyak waktu hanya untuk mengambil dan menyelesaikan pesanan makanan, karena harus berjalan jauh dari lokasi parkir menuju tempat pengambilan pesanan. 

Karena itu, dia menyarankan Pemprov DKI menyediakan kantong-kantong parkir khusus di kawasan padat restoran dan pusat kuliner, agar persoalan serupa tidak terus berulang. “Sehingga, rekan-rekan ojol tidak perlu parkir terlalu jauh atau mengambil jalan pintas dengan parkir sembarangan,” katanya. 

Baca juga : Mesir Vs Iran, Persia AncamĀ Firaun

Justin menegaskan, penegakan Peraturan Daerah (Perda) penting dilakukan. Namun, Pemerintah Provinsi DKI juga harus memastikan sarana pendukung tersedia. 

“Bagaimana mungkin kita mengharapkan para pengemudi ojol tidak parkir sembarangan, kalau tempat parkir resmi tidak ada,” ingatnya. 

Justin juga mengusulkan agar Pemprov DKI mengkaji penyediaan kantong parkir gratis, khusus bagi pengemudi ojol. Karena, keuntungan yang diperoleh pengemudi ojol, tidak terlalu besar dibandingkan waktu, tenaga, dan biaya yang harus mereka keluarkan. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, pihaknya bersama komunitas ojol sepakat memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ketertiban lalu lintas, dan penanganan parkir yang lebih baik. 

Baca juga : Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!

Menurutnya, persoalan yang sempat menjadi perhatian publik terkait pengemudi ojol Sulis Agung Wibowo, telah diselesaikan melalui komunikasi yang konstruktif. 

Dia menambahkan, pengemudi ojol tersebut menitipkan pesan agar tersedia kerja sama antara komunitas ojol, pengelola gedung, dan Dishub untuk menyediakan tempat parkir di gedung maupun pusat perbelanjaan. 

“Kami segera mengoordinasikan hal ini dan mengadakan rapat dengan mengundang komunitas ojol, serta operator, agar aturan ini dapat diterapkan dengan baik,” kata Budi. 

Budi menegaskan, penertiban di lapangan akan terus dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta. 

Baca juga : Bocoran Sekjen NATO Bikin PM Meloni Terjepit

Dia juga memastikan, kendaraan yang diamankan petugas, dapat diambil kembali tanpa dikenakan biaya maupun denda. Pemilik kendaraan hanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran serupa. 

Ke depan, Dishub DKI juga akan menggandeng komunitas ojol untuk memperkuat edukasi keselamatan berkendara. Termasuk sosialisasi aturan lalu lintas, larangan parkir sembarangan, dan larangan melawan arus. [RAA/DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.