Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dipastikan PLN
Listrik Normal Lagi, Pemadaman Bergilir Berakhir
Kamis, 25 Juni 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat akhirnya bisa bernapas lega. Setelah hampir dua pekan dihantui pemadaman listrik bergilir, PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di berbagai wilayah telah kembali normal. Jadwal pemadaman bergilir yang sempat diberlakukan, kini resmi dihentikan.
PLN menyelesaikan penanganan gangguan pada sejumlah pembangkit listrik yang sebelumnya memicu terganggunya pasokan energi di Pulau Jawa. Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, disusul Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Jawa Timur.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Krisantus H. Setyawan memastikan, seluruh pelanggan di wilayah tersebut kembali memperoleh layanan listrik secara normal. Menurut dia, proses pemulihan sistem telah rampung sejak Sabtu (20/6/2026) malam.
"Sehingga pemberitahuan jadwal manajemen beban yang sebelumnya disampaikan sudah tidak berlaku," ujar Krisantus dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Berakhirnya pemadaman bergilir menjadi kabar baik bagi masyarakat dan pelaku usaha yang dalam beberapa pekan terakhir harus menyesuaikan aktivitas akibat terganggunya pasokan listrik. PLN memastikan kondisi sistem saat ini telah stabil sehingga tidak diperlukan lagi pemadaman bergilir.
Di tengah pemulihan tersebut, PLN menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap memberikan dukungan dan pengertian selama gangguan berlangsung. Menurut Krisantus, keberhasilan pemulihan sistem tidak lepas dari kerja sama pelanggan yang tetap bersabar selama proses perbaikan dilakukan.
Baca juga : Senat AS Sahkan Resolusi Stop Perang Dengan Iran, Trump Ngamuk
"PLN menyampaikan apresiasi atas pengertian, dukungan, dan kerja sama seluruh pelanggan selama proses penanganan gangguan berlangsung," katanya.
PLN juga berjanji memperkuat keandalan sistem kelistrikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Peningkatan infrastruktur, kesiapan pasokan energi, serta perbaikan sistem operasi menjadi fokus perusahaan dalam menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.
Pemulihan serupa juga terjadi di Provinsi Banten. PLN UID Banten memastikan pasokan listrik telah kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir yang diberlakukan kepada pelanggan.
Kondisi yang sama berlangsung di Jawa Timur. PLN UID Jawa Timur menyatakan pasokan listrik di seluruh wilayah provinsi tersebut telah kembali pulih sejak Sabtu (20/6/2026) malam lalu.
PLN UID Jawa Tengah dan DIY juga mengatakan telah berhasil memulihkan pasokan listrik hingga 100 persen setelah sebelumnya terganggu akibat kendala teknis pada dua unit pembangkit listrik milik swasta.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Moh. Sarno mengatakan, kerja keras tim teknis di lapangan menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
Baca juga : Ekuador Vs Jerman, La Tri Akan Habis-habisan
"Kami tidak akan berhenti di sini. Ke depan, kami akan terus meningkatkan keandalan infrastruktur agar pelayanan kelistrikan kepada masyarakat semakin andal dan tangguh," ujar Sarno dalam keterangan persnya, Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, Pemerintah telah mengidentifikasi akar persoalan yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, sedikitnya terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab gangguan pasokan listrik tersebut. Persoalan pertama berasal dari gangguan teknis pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
"Tadi sama-sama PLN juga sudah kita bedah, ada tiga masalah. Satunya itu adalah menyangkut PLTU yang di awal," kata Bahlil usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (22/6/2026).
Namun, lanjut Bahlil, berdasarkan laporan PLN, gangguan teknis tersebut kini telah berhasil diatasi sehingga tidak lagi mengganggu pasokan listrik kepada masyarakat.
Selain persoalan pembangkit, Bahlil menyebut, Pemerintah menemukan kendala pada pasokan batu bara, khususnya batu bara berkalori menengah yang dibutuhkan untuk proses pencampuran (blending) di sejumlah pembangkit listrik.
Baca juga : Koordinasi Dengan Kejagung, LPSK Telaah Permohonan JC Dari 1 Tersangka MBG
Meski secara volume pasokan dinilai mencukupi, PLN disebut membutuhkan spesifikasi batu bara tertentu agar operasional pembangkit dapat berjalan optimal.
"Sebenarnya secara kontrak antara PLN dan pengusaha, 134 juta ton untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan enam. Itu harusnya tidak menjadi masalah. Ternyata yang PLN keluhkan atau minta adalah kalori yang medium untuk blending," jelas Bahlil.
Adapun faktor ketiga berkaitan dengan proses perawatan (maintenance) pembangkit listrik. Pemerintah meminta PLN mempercepat program pemeliharaan guna menjamin keandalan sistem sekaligus mencegah terulangnya pemadaman bergilir.
"Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat," tegas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo (Darmo) meminta maaf kepada masyarakat terkait pemadaman bergilir yang terjadi. Ia mengatakan, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik sejak Minggu (21/6/2026), sehingga pemadaman bergilir berhasil ditekan secara signifikan. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya