Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pramono Tuding Kontainer Parkir Jadi Biang Kerok Macet Horor Cakung-Cilincing
Jumat, 24 Juli 2026 08:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut penyebab kemacetan parah di Cakung-Cilincing, Jakarta Utara, karena ketidakseimbangan arus keluar-masuk kontainer di kawasan pelabuhan. Kondisi ini diperparah banyaknya kontainer kosong yang diparkir di badan jalan sehingga memperparah antrean kendaraan.
"Sekarang ini banyak sekali kontainer-kontainer yang berisi dari impor kemudian masuk ke Jakarta tetapi kontainer-kontainer yang kosong untuk ekspor kebetulan mengalami penurunan yang signifikan sehingga terjadi antrean di mana-mana," kata Pramono di kawasan Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pramono mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar kontainer kosong tidak lagi diparkir di sepanjang jalan.
"Saya memutuskan untuk peti kosong yang ada itu kita minta untuk parkirnya tidak di jalanan," katanya.
Baca juga : Purbaya Ungkap Biang Kerok Defisit Neraca Perdagangan RI
Menurut Pramono, praktik parkir kontainer kosong di badan jalan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kemacetan luar biasa di kawasan Cakung-Cilincing. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone atau lokasi penampungan sementara bagi kontainer kosong.
"Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone," jelas Pramono.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut, Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi berupa pembebasan tarif parkir di Terminal Tanah Merdeka selama periode 22 Juli hingga 5 Agustus 2026.
"Karena ini rata-rata adalah kontainer kosong mereka kan nggak mau apa bayar distribusi maka untuk itu dari tanggal 22 Juli sampai 5 Agustus Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi pembebasan tarif supaya apa supaya nggak parkir di sepanjang jalan supaya mereka parkir di tempat yang disiapkan," katanya.
Baca juga : Starmer Paksa Burnham Percepat Masa Transisi
Pramono menjelaskan Terminal Tanah Merdeka bisa menjadi solusi jangka pendek guna mengurangi kepadatan lalu lintas yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
"Di Tanah Merdeka itu mampu lebih dari 200 kontainer jadi inilah yang menyebabkan kemacetan yang oleh sebagian masyarakat disampaikan horor itu," lanjutnya.
Ia pun mengimbau seluruh perusahaan logistik, operator angkutan, dan pemilik kontainer untuk memanfaatkan kebijakan yang telah diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Jadi sekali lagi kami meminta kepada siapapun yang apa mempunyai aktivitas itu silakan memanfaatkan diskresi yang dikeluarkan oleh gubernur untuk apa parkirnya di Tanah Merdeka yang mampu nampung lebih dari 200 kontainer," tutup Pramono.
Baca juga : Purbaya Sikat Impor Ilegal
Sebagai informasi, kemacetan di Cakung arah Cilincing ini dilaporkan telah terjadi pada Selasa (21/7/2026), pagi. TMC Polda Metro Jaya lewat akun resminya melaporkan kemacetan terjadi sejak pukul 07.36 WIB.
Kemacetan rupanya terjadi lagi pada Rabu (22/7/2026) siang. Kemacetan hari ini juga terjadi karena ada truk kontainer yang mengantre panjang di lajur kiri jalan.
Kemacetan terjadi sejak traffic light kolong Cakung. Kemacetan terjadi dari Cakung arah Cilincing maupun ke arah Harapan Indah Bekasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya