Dark/Light Mode

Jual Obligasi Daerah, Jakarta Mau Utang Rp 5,2 Triliun untuk LRT dan Rumah Sakit

Kamis, 6 Agustus 2026 12:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana penerbitan obligasi daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkat menjadi sekitar Rp 5,2 triliun. 

Dana yang dihimpun melalui obligasi tersebut akan difokuskan untuk mendukung pembangunan transportasi massal, khususnya LRT Jakarta, serta pembangunan rumah sakit di ibu kota. 

"Jadi memang saya mendapatkan laporan ada kenaikan untuk rencana obligasi. Kemampuan Pemerintah DKI Jakarta itu sekurang-kurangnya obligasinya sebenarnya kurang lebih Rp20 triliun," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/8/2026). 

Baca juga : Cegah ISPA dan Kebakaran Pramono Niat Turunkan Hujan di Jakarta 2 Kali Sepekan

Pramono mengatakan keputusan awal menerbitkan obligasi sebesar Rp3,5 triliun didasarkan pada prinsip kehati-hatian. Namun, setelah adanya kebutuhan tambahan pembiayaan untuk pembangunan LRT Jakarta, nilai obligasi pun disesuaikan agar proyek strategis tersebut dapat berjalan sesuai rencana. 

"Tetapi saya meminta untuk konservatif. Keluarlah angka 3,5, kemudian karena ada penambahan untuk LRT dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas kurang lebih Rp2,7 triliun, sehingga ada penambahan itu," jelasnya. 

Lebih lanjut, Pramono menilai penggunaan dana obligasi untuk pembangunan transportasi massal akan membuat instrumen pembiayaan tersebut menjadi lebih prudent karena dialokasikan untuk proyek yang produktif dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat. 

Baca juga : Pramono Minta Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai

"Dan karena kalau digunakan untuk LRT pasti obligasi ini akan semakin prudent. Kenapa? Karena betul-betul digunakan untuk yang efektif. Jadi nanti obligasi ini secara prinsip akan kita gunakan dua, satu untuk rumah sakit, yang kedua untuk transportasi," kata Pramono. 

Pramono berharap penerbitan obligasi daerah pertama di Indonesia dapat direalisasikan bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta pada Juni tahun depan. Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi sinyal positif bagi pengelolaan keuangan daerah sekaligus menunjukkan kemampuan Jakarta dalam memanfaatkan instrumen pembiayaan modern untuk pembangunan. 

"Maka harapan saya kalau memang nanti bulan Juni tahun depan ketika kita 500 tahun dan bisa membuat obligasi yang pertama di republik ini, itu merupakan sinyal yang baik bagi Jakarta," ujarnya. 

Baca juga : Terjunkan 22 Unit, Damkar Jinakan Kebakaran Gedung Optik Tunggal Sempurna CikiniĀ 

Ia juga mengungkapkan bahwa rencana penerbitan obligasi daerah telah mendapat dukungan dari Bank Dunia (World Bank). 

"Karena kemarin kami sudah bertemu dengan World Bank, Vice President-nya, mereka juga memberikan support untuk itu. Dan kalau itu bisa dijalankan saya yakin ini akan baik bagi keuangan yang ada di Jakarta ini," imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.