Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia dan 7 Negara Kompak Tekan Israel, Dorong Sanksi Atas Permukiman E1
- Andalkan Sayap Macarena, McLaren Incar Hattrick Di Sirkuit Zandvoort
- Hanura Bidik Generasi Muda, Angkat Isu Lapangan Kerja
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Sampah Menggunung di Koja Viral, Pramono Semprot Swasta Pembuang Sembarangan
Sabtu, 22 Agustus 2026 21:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Penampakan tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, mendadak viral di media sosial. Tumpukan sampah tersebut memenuhi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berbatasan langsung dengan kawasan Kelapa Gading.
Berdasarkan pantauan RM.id di media sosial Instagram pada Sabtu (22/8/2026), TPS perbatasan tersebut diwarnai lautan sampah yang menumpuk hingga setinggi atap rumah.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Ibu Kota.
Baca juga : Heboh Matel Diduga Gesek Nomor Rangka Mobil di GBK, Pramono Anung Angkat Bicara!
“Sampah di Jakarta ini setiap hari kurang lebih 9 ribu ton. Selama ini yang dilakukan adalah angkut-timbun di Bantargebang,” kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta kini terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah melalui mekanisme pemilahan sejak dari sumbernya. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai persoalan penumpukan yang sempat terjadi di sejumlah titik.
“Sejak instruksi keluar, mekanismenya adalah pilah, angkut, dan olah. Memang di beberapa tempat—bukan hanya di Pasar Minggu, tetapi juga di TB Simatupang, Ciracas, hingga Cilincing—sempat terjadi penumpukan,” ungkapnya.
Di samping membenahi sistem internal, Pramono secara khusus menyoroti praktik pengangkutan dan pembuangan sampah yang dikelola oleh pihak swasta. Menurutnya, banyak pengelola swasta yang tidak bertanggung jawab usai mengambil keuntungan bisnis.
Baca juga : Pramono Akui Modifikasi Cuaca Kurang Sakti Turunkan Hujan di Jakarta
“Saya dalam kesempatan ini ingin sekali lagi mengingatkan, hampir semua yang menimbun sampah sembarangan ini adalah pihak swasta. Mereka mengangkut dari sektor Horeka (hotel, restoran, kafe), dibayar oleh Horeka tersebut, tapi kemudian ditimbun sembarangan,” tegas Pramono.
Sebagai bentuk tindakan tegas, Pemprov DKI Jakarta tidak segan-segan untuk mempublikasikan daftar pengelola swasta yang membuang sampah sembarangan ke publik.
“Siapa pun yang melakukan itu akan kami umumkan ke publik. Beberapa dari mereka sempat marah ketika diumumkan, tetapi saya bilang tidak bisa, tetap harus diumumkan,” lanjutnya.
Pramono pun mewanti-wanti para pelaku usaha maupun penyedia jasa pengolahan sampah agar menjalankan kewajibannya secara menyeluruh hingga tahap akhir.
Baca juga : Pramono Tantang Pelaku Tawuran Manggarai Tarung di Ring Olahraga
“Jangan hanya mengambil keuntungan, tetapi tidak mau bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan,” tutup Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya