Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia dan 7 Negara Kompak Tekan Israel, Dorong Sanksi Atas Permukiman E1
- Andalkan Sayap Macarena, McLaren Incar Hattrick Di Sirkuit Zandvoort
- Hanura Bidik Generasi Muda, Angkat Isu Lapangan Kerja
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Pramono Tantang Pelaku Tawuran Manggarai Tarung di Ring Olahraga
Sabtu, 22 Agustus 2026 21:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan konflik tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, tidak cukup dilakukan melalui tindakan represif atau penanganan sesaat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih pendekatan mendasar dengan mendorong kegiatan positif bagi anak-anak muda.
“Hal yang berkaitan dengan tawuran, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kapolda dan juga dengan jajaran penegak hukum,” kata Pramono kepada awak media di Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Pramono, aksi tawuran yang terjadi kerap dipicu oleh masalah sepele dan ketersinggungan antarindividu yang kemudian membesar hingga melibatkan kelompok remaja.
Baca juga : BUMD DKI Jakarta Salurkan Bantuan Rp 5,85 Miliar untuk Korban Gempa NTT
“Terutama yang disinyalir kemarin terjadi, dua kelompok yang sebenarnya kecil persoalannya, karena ketersinggungan dan sebagainya, anak-anak mudanya melakukan tawuran,” ujarnya.
Fasilitasi Sarana Olahraga
Pramono menekankan pentingnya mencari akar persoalan dan menyediakan ruang agar energi anak-anak muda dapat tersalurkan ke hal-hal produktif.
“Saya lebih ingin menyelesaikan bukan dengan cara yang bersifat kasuistis atau sesaat saja. Tetapi yang paling utama dan terutama adalah bagaimana anak-anak muda itu energinya tersalurkan secara lebih baik dan mereka kemudian bisa saling menghormati, berkomunikasi dengan baik,” jelasnya.
Sebagai solusi konkret, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan berbagai sarana olahraga dan ruang kegiatan positif di sejumlah wilayah, termasuk fasilitas olahraga bela diri hingga lapangan permainan.
Baca juga : KPBB Dorong Revisi Perda Pengendalian Pencemaran UdaraMasuk Propemperda 2027
“Kalau di Timur kita buatkan sarana-sarana tinju, sarana olahraga, bulu tangkis, mini football, futsal, dan sebagainya. Ini bisa mengurangi penyaluran energi negatif dari sebagian anak-anak kita,” ungkap Pramono.
Pramono juga menyinggung dinamika di kawasan Manggarai yang saat ini tengah mengalami pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas secara masif. Kondisi tersebut dinilainya turut memengaruhi tingkat stres masyarakat.
“Di Manggarai ini karena sekarang pembangunannya sedang masif sekali, konektivitasnya juga sedang terjadi untuk pembangunan di mana-mana, sehingga hal kecil kadangkala ketika orang sudah capek dan sebagainya tidak sempat berolahraga ataupun berkesenian dan berkebudayaan,” lanjutnya.
Ia meyakini pendekatan berbasis komunitas dan penyediaan fasilitas olahraga akan menjadi solusi jangka panjang yang efektif.
Baca juga : Tarif Transportasi Warga Pulau Seribu Lebih Murah
“Saya meyakini bahwa untuk menyelesaikan itu tidak semata-mata hanya bersifat jangka pendek. Saya ingin menyelesaikannya lebih mendasar dan berjangka panjang,” tegas Pramono.
Sebelumnya, perjalanan KRL Commuter Line lintas Jakarta Kota–Bogor sempat mengalami gangguan akibat aksi tawuran di pinggir rel antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Pasar Minggu pada Jumat (21/8/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan penumpukan penumpang di Stasiun Cawang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya