Dark/Light Mode

Pramono Akui Modifikasi Cuaca Kurang Sakti Turunkan Hujan di Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 21:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memicu hujan di tengah kondisi kemarau tidak selalu berhasil.

Peningkatan pelaksanaan OMC belakangan ini merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk membantu meredam tingkat polusi udara di Ibu Kota.

Baca juga : Pramono Tantang Pelaku Tawuran Manggarai Tarung di Ring Olahraga

“OMC ataupun intervensi modifikasi cuaca ini terus terang tidak selalu berhasil. Kemarin hari Jumat diprediksi, tapi awannya tidak cukup untuk bisa dibuatkan hujan buatan,” kata Pramono di Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Tergantung Kondisi Awan

Pramono mengungkapkan, tim telah melakukan beberapa kali penerbangan dalam rangka pelaksanaan OMC. Namun, upaya tersebut belum seluruhnya menghasilkan hujan sesuai harapan karena kendala teknis alami.

“Terus terang kami sudah melakukan penerbangan beberapa kali, enggak bisa. Ya secara fair saya harus menyampaikan bahwa tidak semuanya ketika awannya dianggap dalam hitungan sudah cukup, bisa menurunkan hujan,” jelas Pramono.

Baca juga : BUMD DKI Jakarta Salurkan Bantuan Rp 5,85 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta sempat berencana kembali melakukan penerbangan OMC pada Sabtu. Namun, pelaksanaannya harus ditunda sembari menunggu kondisi awan memenuhi persyaratan meteorologi.

“Bahkan hari ini sebenarnya ada rencana untuk kita menerbangkan kembali, tetapi sampai sekarang ini awannya juga belum cukup. Tetapi kalau kemudian memang awannya cukup, pasti akan kami terbangkan kembali,” ujarnya.

Upaya Menekan Polusi Udara

Pramono menegaskan bahwa intervensi modifikasi cuaca merupakan bentuk langkah cepat pemerintah dalam merespons kualitas udara Jakarta.

Baca juga : KPBB Dorong Revisi Perda Pengendalian Pencemaran UdaraMasuk Propemperda 2027

“Intinya adalah dalam kondisi seperti ini pemerintah DKI Jakarta mencoba untuk mengurangi polusi yang ada di Jakarta,” tutur Pramono.

Meski demikian, ia menyinggung bahwa penanganan polusi udara tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada wilayah administratif Jakarta semata.

“Walaupun sebenarnya seperti yang saya sampaikan kemarin, polusi di Jakarta tidak serta-merta karena Jakarta. Ada daerah pendukung, terutama beberapa daerah pendukung yang masih menggunakan pembangkit listriknya dari batu bara, industrinya dari batu bara,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.