Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bicara Hubungannya dengan Jokowi Di RMInsight
Anies: Merdeka Selatan dan Merdeka Utara Baik-baik Saja
Minggu, 26 Juli 2020 07:02 WIB
Sebelumnya
Sementara, saat disinggung soal bursa Pilpres 2020, Anies enggan menjawabnya. Termasuk enggan mengomentari elektabilitasnya yang terus menanjak dari beberapa hasil lembaga survei. “Perasaan masih tahun 2020, pilpresnya masih lama. Yang sedang di depan mata ini covid, kita beresin covid dulu,” cetusnya.
Soal corona, Anies berbagi resep yang dilakukannya. Dimulai dari strategi menaklukan corona. Kata dia, jumlah testing yang dilakukan DKI sudah melampaui anjuran WHO, bahkan hampir 4 kali lipat. Alhasil, banyak warga yang dijaring terinfeksi corona. Namun angkanya masih aman, karena positivity rate-nya masih sekitar 5 persen.
Baca juga : Bicara Hingga Serak, Jokowi Minta Kemenkes Tak Bertele-tele
Tak hanya itu, DKI saat ini sudah punya 67 RS dengan kapasitas 4.556 tempat tidur dan 659 ruang ICU yang menangani covid. Laboratorium juga terus bertambah, menjadi 48 unit, dengan total kemampuan menguji 9.769 spesimen per hari. Bahkan minggu lalu, capaian uji spesimen per pekan tembus 39.268 orang. Padahal anjuran WHO hanya 11 ribu per minggu.
Dengan massifnya testing yang dilakukan, tak heran bila yang positif pun terlihat banyak. Sayangnya masih ada orang yang belum paham. Sehingga kritikan datang dan menyebut Anies tidak beres. Namun, dia tak terlalu ambil pusing dengan penggiringan opini yang ada. Anies juga tidak takut pamornya akan turun dengan naiknya jumlah yang positif karena massifnya testing ini. “Saya tidak takut atas apa yang dikatakan orang hari ini. Saya lebih takut atas apa yang akan dituliskan sejarawan di masa depan,” kata mantan Rektor Universitas Paramadina ini.
Baca juga : Menteri Yang Kelihatan Kerja Cuma Itu...Itu Saja
Dari awal, Anies berkomitmen menyelamatkan warga DKI, bukan menurunkan grafik covid yang menjadi rujukan banyak orang. Dia mencontohkan, misalnya DKI testing 4.000 per hari, 200 di antaranya positif. Artinya kan hanya 5 persen. Di daerah lain, testing juga, 1.000 spesimen per hari, yang positif 200 orang. Meski sama-sama 200, positivity rate-nya berbeda. DKI 5 persen, daerah lain 20 persen.
Untuk itu, dia sering mengatakan ke rekan-rekannya di Pemprov DKI, semoga apa yang dijalankannya merupakan jalan yang benar. Mengingat, Covid-19 ini barang baru bagi umat manusia. Kehadirannya pun sangat mendadak, dengan penyebaran yang sangat cepat. “Benar tidaknya, suatu saat baru tahu. Semoga jalan yang kita pilih jalan yang benar,” harapnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya