Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ingub Baru Keluar Setelah Jakarta Tergenang
Respons Pemprov Antisipasi Bahaya Banjir Lelet
Jumat, 25 September 2020 06:44 WIB
Sebelumnya
Bantah Nggak Siap
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengungkapkan, alokasi pembangunan infrastruktur diperoleh dari dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 12,5 triliun yang diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta. Dinas SDA mendapatkan sekitar Rp 5,2 triliun.
Menurut Juaini, dana itu dipakai untuk sejumlah proyek seperti pembangunan polder pengendalian banjir, revitalisasi pompa pengendali banjir, pembangunan waduk pengendali banjir, peningkatan kapasitas sungai dan drainase kali kewenangan kemen- terian, pembangunan vertikal drainase, sistem informasi penunjang banjir, dan pembangunan tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
Baca juga : November 2022, Jakarta Tuan Rumah Kongres Penerbit Internasional
“Seluruh anggaran di kami, dialokasikan untuk penanggulangan banjir. Kita sedang kerjakan,” jelas Juaini.
Misalnya, ungkapnya, pengadaan pompa mobile penanggulangan banjir musiman. Saat ini sedang dalam proses lelang 19 unit. Pompa ini untuk menambah fasilitas penanggulangan banjir yang dimiliki DKI.
Daya sedotnya mencapai 500 meter kubik per detik. Adapun jumlah pompa di DKI mencapai 478 unit yang tersebar di sejumlah wilayah Ibu Kota. Dari jumlah tersebut sebagian telah berusia lebih dari 10 tahun.
Baca juga : Pemprov DKI Diminta Diskon Biaya Pajak
Selain itu, dari jumlah pompa tersebut juga ada sekitar 2-3 persen yang rusak. Kata dia, yang rusak tidak terlalu banyak. Sekarang masih jalan terus perbaikannya. Juani membantah Pemprov DKI Jakarta tak mengantisipasi potensi banjir di Ibu Kota.
Sejak Maret lalu, kata dia, pihaknya membuat kegiatanGerebek Lumpur untuk meningkatkan kapasitas sungai dan situ di Ibu Kota. Misalnya, di Waduk Ria Rio, pihaknya mengerahkan sejumlah peralatan baru untuk ngeruk waduk yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur itu.
Dinas SDA juga tengah mengejar target pembuatan 300 ribu sumur resapan hingga akhir tahun. Saat ini, pihaknya baru menyelesaikan sekitar 4 ribu sumur resapan atau vertikal drainase itu. “Vendor penyedia sumur resapan baru ada dua. Nanti kami akan tambah vendor untuk mempercepat pembangunannya,” paparnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya