Dark/Light Mode

Pasien Positif Sebaiknya langsung Dibawa Ke Ruang Isolasi

Bilik Khusus Di Pengungsian Tak Ampuh Cegah Covid-19

Jumat, 6 November 2020 06:35 WIB
Pemeriksaan swab test atau tes PCR gratis untuk warga DKI di Puskesmas Gambir, Jakarta Pusat. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Pemeriksaan swab test atau tes PCR gratis untuk warga DKI di Puskesmas Gambir, Jakarta Pusat. (Foto: Tedy Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Antisipasi Banjir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak musim hujan terjadi antara Januari- Februari 2021. Meski kini belum masuk puncaknya, hujan telah membuat Jakarta beberapa kali kebanjiran. Bahkan warga terpaksa mengungsi.

Mengantisipasi banjir ini, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah. Pertama, siaga yang artinya menyiapkan seluruh potensi yang dimiliki. Kedua, tanggap memantau perkembangan cuaca dan proyeksi turunnya hujan, sehingga bisa merespons segala kondisi.

Baca juga : Kapuspen Kemendagri : Keterbukaan Informasi Kunci Sukses Penanganan Covid-19

Ketiga, galang semua unsur kekuatan dan bergotong royong. Gubernur Anies mengaku siap menghadapi hujan lokal yang berpotensi mengakibatkan genangan dan banjir. Juga hujan lebat di hulu yang akan mengalir ke wilayah Jakarta.

Dia mengklaim punya waktu bersiap-siap karena perjalanan air dari Bendungan Katulampa sampai Jakarta sekitar sembilan hingga 10 jam. Anies menyebutkan, ada dua indikator kesuksesan penanganan musim hujan di Jakarta. Pertama, tidak ada korban.

Kedua, banjir harus surut dalam kurun waktu enam jam. Dia mengakui, kapasitas drainase di Jakarta rata-rata hanya mampu menampung curah hujan 100 milimeter per hari. Artinya, jika curah hujan lokal di bawah 100 milimeter, tidak akan ada banjir. Tapi jika curah hujan melebihi 100 milimeter, genangan air dipastikannya surut dalam waktu enam jam.

Baca juga : Mendagri: Cuti Bersama Jangan Jadi Ajang Penularan Covid-19

“Insya Allah Jakarta bisa terbebas dari banjir. Bila terjadi curah hujan yang amat lebat, kita (harap) bisa segera surut dalam waktu kurang dari enam jam,” ujar Anies.

Pihaknya telah melakukan berbagai langkah pencegahan. Seperti gerebek lumpur dengan mengeruk sejumlah saluran air dan waduk di Jakarta. Dikerahkan sejumlah alat berat seperti eskavator.

Alat berat itu bukan hanya milik Pemprov DKI Jakarta, tetapi juga dar swasta, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun sejumlah waduk di Jakarta Barat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.