Dark/Light Mode

Kurangi Volume Ke Bantar Gebang

DKI Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Rabu, 30 Desember 2020 05:47 WIB
TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi. (Foto : Istimewa)
TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Fasilitas ini diharapkan bisa mengurangi volume sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi

Pembangunan itu dilakukan melalui Badan Usaha Milik Daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Fasilitas itu diharapkan bisa menampung sampah warga di wilayah barat Jakarta.

Corporate Communication Manager PT Jakpro, Melisa S Sjach mengatakan, pihaknya telah menunjuk Konsorsium PT Wijaya Karya (WIKA)-Indoplas Karya Energi untuk menggarap proyek Pembangunan PLTSa itu.

Konsorsium WIKA-Indoplas Karya Energi terpilih setelah menyisihkan 70 perusahaan konsorsium yang tertarik garap proyek itu. Melisa memastikan, proses pemilihan mitra kerja ini dilakukan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG).

Jakpro menggandeng konsultan internasional untuk memastikan proses tersebut berjalan transparan dan adil. “Proses lelang ini berlangsung selama 5 bulan. Mulai dari tahap persiapan hingga penetapan pemenang,” ungkap Melisa di Jakarta, kemarin.

Baca Juga : Terawan Senyumnya Minimalis

Melisa menjelaskan, Indoplas Karya Energi merupakan perusahaan yang fokus di bidang energi terbarukan. Serta, berorientasi pada konsep hijau untuk energi yang bersih dan berkelanjutan.

Khusus untuk Proyek PLTSa ini, Indoplas melakukan aliansi strategis dengan SBW Energy Group dari Eropa. SBW Energy Group merupakan konsorsium dari Intech Energy System (Jer- man), Bronswerk (Jerman), Metka (Yunani), dan SBW Energy (Jerman).

Mereka gabungan perusahaan EPC dan provider teknologi yang telah puluhan tahun didirikan dan membawa teknologi bersih dengan standar Euro 5. Dia berharap, kehadiran PLTSa baru ini bisa mengubah pola hidup warga, terutama agar lebih disiplin memilah sampah yang benar.

“Sampah yang bisa diolah di fasilitas ini harus bisa terbakar. Untuk itu, kami berharap masyarakat melakukan proses pemilahan limbah rumah tangga,” imbaunya.

Direktur Human Capital dan Pengembangan PT WIKA, Mursyid memastikan, proyek PLTSa yang akan dibangun itu berskala besar. Dia mengklaim, PLTSa tersebut sebagai proyek pertama di Indonesia. “Ini akan menjadi percontohan bagi 11 kota lainnya di Tanah Air,” ungkap Mursyid, di Jakarta, kemarin.

Baca Juga : Sabina Altynbekova, Bikin Patah Hati Netizen Indonesia

Dia menuturkan, proyek ini merupakan kontribusi nyata kolaborasi pemerintah dengan warga, dalam mengoptimalkan energi bersih berkelanjutan. Sampah akan menghasilkan energi listrik, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakal fossil.

Mursyid menjelaskan, PLTSa akan dibangun untuk melayani pengolahan sampah yang bersumber dari Tempat Penampungan Sementara di wilayah Layanan Barat sesuai Surat Keputusan (SK) Kadis LH Nomor: 489/2020. SK tersebut sesuai perubahan terhadap SK DLH nomor: 453/2019 yang mengacu pada penugasan Pemprov DKI Jakarta kepada PT Jakpro melalui Pergub 65/2019.

Menurutnya, keberadaan PLTSa sangat penting karena mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang. Selain itu, PLTSa ini juga mengurangi emisi gas metana. Proyek PLTSa itu, lanjutnya, akan dibangun menggunakan teknologi termal.

Teknologi ini telah terbukti dan teruji dapat mengolah dan mereduksi sampah dan ramah lingkungan. Model ini juga banyak digunakan di negara-negara maju. Mursyid berharap, fasilitas ini dapat mengatasi persoalan pengelolaan sampah di Jakarta yang tiap harinya makin pelik.

“Sebab, jika tidak dikelola dengan cermat akan menjadi bom waktu bagi generasi yang akan datang,” ucapnya.

Baca Juga : BGS Buru-buru Menenangkan

Selain itu, dia juga berharap, inovasi ini dapat memicu kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin memilah sampah. Sebab, tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat dalam mendukung program ini, pengelolaan sampah di Ibu Kota akan jalan di tempat.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah berharap, pembangunan PLTSa, bisa cepat dilakukan. Sebab, volume sampah Jakarta terus meningkat. Selain itu, PLTSa itu dapat menyumbang pasokan listrik untuk Ibu Kota.

“Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, diperkirakan akan penuh pada 2021, PLTSa diperlukan,” ungkap Ida, kemarin.

Sekadar informasi, kapasitas TPST Bantargebang mencapai 49 juta ton dengan total luas lahan 110 hektar yang tersebar di Kelurahan Ciketing Udik, Sumurbatu dan Cikiwul. TPST Bantargebang telah beroperasi selama 30 tahun. [JAR]