Dark/Light Mode

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Kota Bogor Resmikan RS Lapangan

Senin, 18 Januari 2021 19:18 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meresmikan Rumah Sakit Lapangan Covid-19. (Foto: Pemkot Bogor)
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meresmikan Rumah Sakit Lapangan Covid-19. (Foto: Pemkot Bogor)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meresmikan Rumah Sakit Lapangan (RSL) di Wisma Atlet, Kompleks GOR Pajajaran, Kota Bogor, Senin (18/1). RSL tersebut diperuntukkan bagi warga yang terpapar Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG). 

Gedung tiga lantai itu berkapasitas 64 bed atau tempat tidur. Lantai satu merupakan ruang UGD berikut ruang perawatan dengan 8 bed. Sedangkan lantai dua dan tiga difasilitasi 56 bed khusus untuk ruang perawatan pasien. 

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menerangkan, RSL tersebut direncanakan untuk menghadapi situasi terburuk kasus Covid-19 di Kota Bogor sejak 2020. Tingginya kasus Covid-19 menjadi alasan utama dibentuknya RSL. 

Berita Terkait : Sosialisasi Dan Edukasi Kunci Sukses Vaksinasi Covid-19

"Kami berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Saya berbicara langsung dengan Pak Doni Monardo (Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19). Beliau mendukung penuh," kata Bima, saat meresmikan RSL Kota Bogor, Senin (18/1).

Bima menambahkan, Pemkot Bogor akan mengantisipasi skenario terburuk dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan menambah ruang isolasi pada tempat-tempat yang berpotensi menampung pasien Covid-19. "Ke depan masih secara cepat mengakselerasi menyiapkan tempat lain untuk ruang tempat isolasi, orang tanpa gejala. Ada beberapa tempat yang kita bidik. Karena kita juga tidak ingin main-main, menyiapkan skenario situasi terburuk," pungkas Bima.

"Lantai dua untuk perawatan wanita dan lantai tiga perawatan laki-laki. Perawatan yang kami lakukan berbasis standar pelayanan Kemenkes," tambah Kepala RSL Kota Bogor dr Yeti Haryati, di lokasi yang sama,

Berita Terkait : Kota Bogor Terima 9.160 Dosis Vaksin, 10 Untuk Forkopimda, 9.150 Untuk Nakes

Dia menyebut, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang dimiliki baru tersedia 44 perawat dari target 60 perawat. Pihaknya sedang melakukan rekrutmen untuk memantapkan pelayanan. Sedangkan dokter yang dimiliki RSL adalah 10 dokter spesialis paru dan spesialis penyakit dalam, serta 11 dokter umum. 

RSL ini akan menampung pasien Covid-19 yang terkonfirmasi dengan tes PCR yang positif maupun pasien yang dirujuk dari puskesmas atau limpahan rumah sakit yang over kapasitas. 

"Pelayanan isolasi dengan ruangan bertekanan negatif yang sudah terukur. Pelayanan lain seperti laboratorium, kita bekerja sama dengan Labkesda Kota Bogor dan RSUD Kota Bogor. Rontgen mobile bisa di sini. Pasien dirawat 7-10 hari dengan swab ulangan. Kalau kondisi pasien memburuk, dirujuk ke RSUD Kota Bogor atau rumah sakit lain," jelas Yeti. [YP]